Gapura, NU Online Sumenep
Rencana Pemerintah Kabupaten Sumenep yang akan menambang mineral fosfat di daerah karst, kawasan batu gamping mendorong FORMAT TOTAL (Forum Masyarakat Tani Tolak Eksploitasi Alam) menggelar doa Rokat Bumi yang dikemas dengan acara istighatsah dalam rangka berdoa agar tanah yang mengandung batuan karst yang merupakan warisan leluhur terlindungi dari eksploitasi alam.
Acara ini dilaksanakan di Dusun Tembing, Desa Batudinding, Kecamatan Gapura pada hari Jumat (26/2/2021) dengan dihadiri masyarakat timur daya yang area tanahnya banyak mengandung batuan karst. Masyarakat yang hadir dan berdoa bersama terdiri dari masyarakat Desa Batudinding selaku tuan rumah, Desa Karang Budi, Banjar Barat, Banjar Timur, Baban, dan Gapura Timur.
Acara Rokat Bumi dimulai dengan pembacaan doa istighatsah yang dipimpin langsung KH Syarbini Latif. Dilanjutkan dengan sambutan tokoh muda,dalam hal ini diwakili oleh Sawari. Dalam sambutannya, ia mengupas tentang potensi tanah yang mengandung batuan karst yang akan menjadi incaran eksploitasi untuk menjadi tambang fosfat.
“Masyarakat seharusnya sudah mulai menimbang-nimbang kalau sekiranya tanah di sini, Tembing Utamanya akan dieksplotasi untuk penambangan fosfat. Pertimbangannya, apakah memiliki dampak positif, ataukah sebaliknya akan menimbulkan dampak negatif yang akan merugikan anak cucu kita? Jangan sampai kita menyesal kemudian hari, sebab penyesalan tidak akan datang dua kali,” ungkap Sawari.
A.Tirmidzi Mas’ud, selaku perwakilan FORMAT TOTAL dalam arahannya menghimbau kepada masyarakat pada umumnya, dan masyarakat di wilayah karst pada khususnya untuk untuk memerhatikan persoalan agraria. Sebab tanah-tanah di Sumenep sebagian sudah dimiliki para investor, baik investor lokal, maupun investor asing.
“Para investor ini akan mengincar tanah-tanah kita untuk kemudian dieksploitasi untuk kepentingan mereka pribadi. Mereka membeli tanah dan mengekploitasi tanah kita, mengambil keuntungan dari tanah kita sedangkan dampak kerusakan lingkungan akan ditinggalkan kepada kita, masyarakat sekitar,” tuturnya.
Tirmidzi juga mengatakan bahwa Kabupaten Sumenep merupakan salah satu daerah yang memiliki kekayaan mineral fosfat. Dan berdasarkan informasi yang didapatnya, tidak kurang dari 27.000 hektar lahan di Kabupaten Sumenep sekarang sedang diincar untuk digali ataupun dieksploitasi. Lahan tersebut akan ditambang untuk diambil mineral fosfatnya. Apabila mineral fosfat diambil maka secara otomatis sungai bawah tanah yang hilirnya tidak ke laut juga akan hilang.
“Bahaya eksploitasi alam akibat penambangan fosfat ini akan dirasakan kelak di kemudian hari. Saat kita sudah susah mendapatkan air bersih. Air untuk kita minum dan mandi. Sebab batuan karst merupakan batuan yang berfungsi menyimpan air. Batuan karst berfungsi sebagai tandon air pada musim hujan,” lanjutnya.
Sebagai penutup, Tirmidzi mengajak para masyarakat yang hadir dalam acara rokat bumi untuk selalu berdoa, memohon kepada Allah SWT agar tanah kita terhindar dari orang-orang ya berniat dzalim. Sebab untuk wilayah Kecamatan Gapura, ada sejumlah desa yang ditengarai mengandung mineral fosfat, diantaranya; Desa Karangbudi, Baban, Batudinding, Banjar Timur, Andulang, Gapura Timur, dan Banjar Barat.
‘’Marilah kita senantiasa berdoa kepada Allah SWT, karena hanya kepadaNyalah tempat kita memohon. Insya Allah dengan selalu berdoa kepada Allah, alam yang memang ingin kita lindungi akan dijauhkan dari eksploitasi yang akan merusak lingkungan dan membahayakan anak cucu kita kelak,” pungkasnya.
Pewarta: Moh. Rusdi
Editor: A. Warits Rovi

