Image Slider

Ziarah Muassis PRNU Gapura Timur Songsong Kebangkitan NU yang Kedua

Gapura, NU Online Sumenep

Warga nahdliyin Sumenep sedang bergembira. Hari ini, Senin (1/3/2021) pengayom mereka yang baru, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sumenep resmi dilantik di Ponpes Nurul Islam Karang cempaka Bluto. Acara yang dihadiri langsung oleh KH KH Miftachul Akhyar, Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berlangsung khidmat berkibar di seantero Sumenep. Acara yang sudah dirancang jauh-jauh hari itu, juga bersamaan dengan resepsi Hari Lahir (Harlah) NU ke 98 dan Launching NU Online Sumenep (NUOS) sebagai media resmi warga nahdliyin.

Spirit baru yang diharapkan bisa menjalar sampai ke titik terjauh, ke ranting-ranting NU. Semangat untuk membangun umat dalam menyongsong peradaban dan kebangkitan NU yang kedua.

Jauh dari keriuhan acara Pelantikan dan Harlah NU Sumenep. Jauh di pelosok kampung yang teduh dan damai, beberapa orang telah berkumpul di area pamakaman. Mereka adalah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Gapura Timur yang sedang melaksanakan ziarah muassis sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Harlah NU PRNU Gapura Timur.

Ziarah pertama dimulai dari Maqbaroh KH A Zubairi Marzuqi. Pembacaan tahlil dipimpin langsung oleh KH. Asy’ari Marzid selaku sesepuh NU sekaligus adik kandung dari KH A Zubairi Marzuqi. Perjuangan KH A Zubairi Marzuqi bagi warga nahdliyin Gapura Timur begitu mendarah daging. Spiritnya terus dibangun dan dihadirkan dalam mengabdi kepada umat. Di area pasarean tersebut juga terbaring beberapa masyaikh yang pernah mengabdikan diri untuk NU antara lain KH Marzuqi Idrus (diduga Muassis NU Pertama di Gapura), K Arif, K Zabur, KH Afif Ma’ruf, K Muntaha, K Abdul Jalil, K Nadar, KH Khairul Umam dan KH Ja’far Marzuki.

Kemudian ziarah dilanjutkan ke pasarean KH. Hosamuddin di Dusun Pangabasen, KH Syahid di Dusun Dik-Kodik, KH Abd. Rasyid di Dusun Bungduwak, dan KH Halim Lentang Pangabasen secara berurutan.

“Ziarah muassis ini adalah bagian dari pengamalan yang memang sudah berangkat dari sunnah Rasul. Dan kita menjaga keutuhan sanad kita dengan para masyaikh-masyaikh yang merupakan bagian dari pelaksanaan ajaran Ahlusunnah Wal Jama’ah yang diyakini oleh warga nahdliyin. Dan ini harus dilestarikan, karena ini adalah warisan dari Rosulullah agar kita bisa nyambung terus dengan Rasulullah, maka harus menjaga hubungan baik dengan para masyaikh, baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal. Dan Insya Allah ini adalah bagian dari cara untuk mencerahkan masa depan umat. Karena kita tidak akan lupa terhadap jasa-jasa para masyaikh. Kita ziarah kubur karena kita merasa para masyaikh berjasa terhadap perjuangan. Perjuangan NU, perjuangan umat, dan perjuangan pribadi. Dan ini harus dilestarikan karena ini bagian dari Sunnah,” tutur KH M Kamalil Ersyad saat tim kru NU Online Sumenep mewawancarai.

Beliau juga berharap agar PRNU Gapura Timur bisa menjadikan masyaikh sebagai inspirator dalam membangun umat. Ia juga berharap agar PRNU Gapura Timur peka dan cerdas dalam melihat kepentingan-kepentingan untuk kemaslahatan umat.

Rangkaian kegiatan Harlah NU PRNU Gapura Timur ini akan berlangsung sampai tanggal 7 Maret dengan beragam lomba, istighatsah, dan tausiyah.

Pewarta: A. Zainul Hasan
Editor: A. Warits Rovi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga