Gapura, NU Online Sumenep
Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH. A. Munif Zubairi menuturkan, bahwa mengabdi dan mengajar di lembaga pendidikan, lebih-lebih di pesantren, adalah tugas profetik, atau berkenaan dengan kenabian. Karenanya, keberkahan hidup akan senantiasa menyelimuti.
“Mengabdi dan mengajar di lembaga pendidikan, utamanya di pesantren, merupakan tugas profetik,” tuturnya saat menyampaikan sambutan di acara Sosialisasi Dewan Etik Yayasan Nasy’atul Muta’allimin, Senin (24/1/2022), di Aula Lantai 2 Madrasah Aliyah (MA) Nasy’atul Muta’allimin, Gapura Timur, Gapura, Sumenep.
Oleh karena tugas mulia itu, Kiai Munif, sapaan akrabnya meyakini bahwa segala kebutuhan hidup pasti sudah terjamin. Keberkahan dan ketenangan akan senantiasa menghiasi perjalanan hidup bagi setiap insan pengabdi di lembaga pendidikan.
“Bahwa mengabdi dengan menjadi guru di lembaga pendidikan maupun di pesantren, ketenangan dan keberkahan hidup akan dirasakan,” imbuhnya.
Mengabdi di lembaga pendidikan atau pesantren, menurut Kiai Munif sama halnya dengan mengabdi di Nahdlatul Ulama, yang bilamana dijalani dengan ikhlas dan penuh dedikasi tinggi, akan dilimpahkan keberkahan hidup.
“Mengabdi di lembaga pendidikan sama halnya dengan mengabdi di NU, segala kebutuhan hidup akan dijamin oleh Allah SWT,” tegasnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin Gapura itu juga meminta kepada segenap dewan guru untuk selalu mendoakan para santrinya di waktu istijabah, yakni sebelum subuh. Hal itu merupakan tradisi pesantren yang harus tetap dijaga dengan baik.
“Nilai-nilai kepesantrenan harus dilaksanakan. Seperti mendoakan para santri di waktu sebelum subuh, dengan rutin. Berharap agar ilmu yang didapat barakah dan kelak bisa berguna bagi agama, bangsa dan negara,” pungkasnya.
Diketahui, Dewan Etik adalah badan yang dibentuk oleh yayasan untuk menegakkan kedisiplinan guru. Terutama dalam hal melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di seluruh satuan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin Gapura.
Acara Sosialisasi Dewan Etik tersebut, dihadiri oleh pengasuh, seluruh pengurus, kepala satuan pendidikan dan guru serta karyawan.
Editor: Ibnu Abbas

