Image Slider

Wakil Rais NU Sumenep Persembahkan Tahniah Untuk Milad Ke-9 Nahjul Musthofa

Pragaan, NU Online Sumenep
Di acara Milad ke-9 majelis shalawat Nahjul Musthofa dan Hari Lahir (Harlah) ke-7 Ikatan Pemuda Sarkoju’ (IPS), Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH M Zainur Rahman Hammam Ali persembahkan tahniah atau ucapan selamat sambil mendoakan untuk majelis shalawat tersebut.

Sebelum mensyiirkan bersama Habib Abdurrahman bin Muhammad bil Faqih, beliau memberikan mengutarakan, pengurus boleh berganti, ketua lanjut usia, tapi Nahjul Musthofa tetap muda selamanya.

“Persembahan ini ditujukan kepada sebuah kelompok yang orang-orangnya memiliki kecerdasan. Sebab mereka bisa mengumpulkan berbagai macam individu, menyamakan pemikiran, hingga akhirnya mampu membesarkan majelis shalawat ini,” ujarnya, Senin (6/12/2021) malam di halaman mushala As’adiyah Dusun Cecce’, Desa Prenduan, Pragaan.

Tak hanya itu, mereka telah berjihad selama sembilan tahun di majelis shalawat. Bersungguh-sungguh, penuh semangat dan tak pernah jahat. “Jahat adalah ketika meninggalkan kita saat sedang sayang-sayangnya,” tuturnya saat menyitir dawuh Al-Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba’abud.

Mustasyar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan itu mengimbau pada warga, agar tidak usah pusing perihal jodoh. “Jika ingin mencari calon menantu atau calon suami. Carilah di anggota Nahjul Musthofa. Mengapa? Karena hadrah saja dielus, apalagi kamu,” ungkapnya, sontak jamaah tertawa.

Usai mensyiirkan tahniah tersebut, Kiai Zainur sapaannya mengartikannya, semua anggota yang ada di dalam majelis shalawat dan jamaah berharap menempuh lewat metode atau jalan yang ditempuh melalui Al-Musthofa SAW.

“Tawasul pertama ditujukan pada 9 istri nabi yang ada ketika nabi wafat. Mereka wanita luar biasa, dan istimewa. Salah satu keistimewaannya adalah pasca wafatnya Rasulullah, mereka tidak boleh diganti oleh siapapun, termasuk nabi lain. Ditambah 1 istri nabi yang
luar biasa, yakni Khodijatul Kubro,” dawuh pengasuh Pondok Pesantren Al-Muqri Karangkapoh Prenduan itu.

Tawasul kedua, lanjutnya, ditujukan kepada sembilan wali songo. Sedangkan ketiga, ditawasulkan pada sembilan bintang yang di NU. Di akhir syiirnya, beliau menegaskan bahwa tahniah ini ditulis oleh Zainur Rahman, putra Kiai Hammam dari Al-Muqri Prenduan.

“Inilah satu doa kami untuk Nahjul Musthofa di suai ke-9. Semoga Allah memberikan keamanan pada kita semua, dijauhkan dari bala dan bencana. Mudah-mudahan kita satu rombongan bersama Habaib dan ulama di surga,” doanya.

Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

Puisi Nelly Fauzia

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga