Kota, NU Online Sumenep
Sebanyak 48 perempuan kepala keluarga (Pekka) yang menjadi binaan Lembaga Kemashlahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep mendapatkan bantuan dari Baznas Sumenep. Bantuan tersebut berupa alat-alat usaha seperti kompor, blander, cupseller dan sebagainya.
Penyerahan bantuan alat usaha kepada puluhan Pekka itu berlangsung di Aula Potre Koneng Bappeda Kabupaten Sumenep, Selasa kemarin, (09/07/2024). Dihadiri Wakil Bupati Sumenep, Nyai Hj Dewi Khalifah, PCNU, Baznas, BPRS Bhakti Sumekar, Kesra, Asiste 1 Kabupaten Sumenep dan sejumlah anak yatim.
Ketua LKKNU PCNU Sumenep, Raudlatun mengatakan, sedari awal pihaknya telah memberikan atensi khusus kepada para perempuan yang menjadi kepala keluarga. Dengan bantuan alat usaha itu, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian mereka sehingga menjadi keluarga yang berdaya. Serta menjadi salah satu upaya dalam menurunkan angka kemiskinan.
“Sebenarnya pengajuan kami ke Baznas sudah lama. Beberapa bulan yang lalu. Hanya baru terealisasi sekarang” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima NU Online Sumenep, Rabu, (10/7/2024).
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah berkontribusi dalam memberdayakan para perempuan kepala keluarga di Sumenep. Khususnya Baznas dan BPRS Bhakti Sumekar. Dengan spirit kebersamaan, dirinya optimis kemiskinan di Kabupaten Sumenep bisa diperangi.
“Kami sangat bersyukur bisa bekerjasama dengan Baznas dan BPRS dalam upaya peningkatan pemberdayaan perempuan di Kabupaten Sumenep. Sehingga kami bisa menolong orang yang benar-benar membutuhkan” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, Nyai Hj Dewi Khalifah mengapresiasi gagasan yang dicetuskan LKKNU. Ia meminta agar para perempuan kepala keluarga yang menjadi binaan LKKNU bisa dikembangkan menjadi UMKM.
“Ada beberapa instansi pemerintah yang nantinya bisa dikerjasamakan LKKNU Sumenep untuk keberlangsungan usaha Pekka ini. Ada Disperindag, perizinan usaha, dan BLK,” kata Nyai Eva saat memberikan sambutan.
“Dan kami dari pemerintah berharap ada evaluasi usaha Pekka secara keberlanjutan. Sehingga bantuan alat usaha ini benar-benar dimanfaatkan. Tidak dijual atau dirusak,” tandasnya.

