Image Slider

Sikapi Maraknya Kekerasan Seksual, LKKNU Sumenep Gelar Webinar

Kota, NU Online Sumenep
Belakangan kerap muncul media sosial yang memberitakan kasus kekerasan seksual. Bahkan baru-baru ini kasus yang menimpa belasan santri di Jawa Barat, memicu perhatian banyak orang. Kondisi tersebut membuat banyak kalangan prihatin. Lantaran, pelecehan seksual justru dilakukan oleh instansi pendidikan berbasis agama.

Menyikapi hal itu, Lembaga Kemashlahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menggelar Webinar Pendidikan Seks Dini. Rabu, (29/12/2021) via Zoom Meeting.

Raudhatun, Ketua LKKNU PCNU Sumenep mengatakan, banyaknya kasus kekerasan seksual yang terjadi, utamanya terhadap anak, membuat semua pihak merasa gundah dan tak aman. Perlindungan terhadap anak agar nyaman belajar, bermain dan bersosialisasi dengan sebaya mulai melemah.

Dari perspektif yang lebih egalitarian, menurut Ny. Odak, sapaan akrabnya, diperlukan adanya edukasi. Edukasi yang dimaksud adalah pendidikan seks. Berbagai ahli menyebutkan, minimnya pendidikan seks pada masyarakat menjadi penyebab terjadinya kekerasan seksual.

“Sayangnya, hingga hari ini perbincangan seputar seksualitas masih dipandang tabu. Kata ‘seks’ dalam frasa ‘pendidikan seks’ rupanya cenderung disalahartikan dan disempitkan sebagai sesuatu yang berbau seks. Padahal sama sekali berbeda,” ujarnya.

Seseorang yang teredukasi tentang seksualitas, akan berhati-hati menggunakan organ seksual dan reproduksinya sendiri sekaligus milik orang lain karena memahami dampak dari tiap tindakan.

“Karenanya, penting sekali untuk menempatkan isu seksualitas dalam kerangka edukasi agar menjadi modalitas pengetahuan dan sikap bagi kita dan anak-anak kita dalam melindungi diri dari kekerasan seksual, baik sebagai korban maupun pelaku, atau persoalan kesehatan organ reproduksi,” imbuhnya.

Lebih jauh, Iva Misbah, Sekretaris LKKNU PCNU Sumenep menambahkan, bahwa pendidikan seks seyogyanya dimulai sejak dini, bagi anak laki-laki dan perempuan. Sejak dari rumah, lalu berlanjut kepada lembaga atau institusi yang lebih luas, seperti sekolah, pondok pesantren, masjid, perkumpulan warga, dan lain sebagainya.

“Maka Webinar dengan tema Pendidikan Seks Dini ini sebagai bagian tak terpisahkan dari pengasuhan keluarga yang setahun belakangan menjadi perhatian utama dari LKKNU PCNU Sumenep,” paparnya saat dikonfirmasi NU Online Sumenep.

Diketahui, webinar yang diselenggarakan LKKNU PCNU Sumenep ini merupakan seri keenam sejak Februari 2021 lalu. Menghadirkan Ai Maryati Solihah dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia, dr. Hj. Virzannida Busyro, dokter muda sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Karimiyah Braji Sumenep sebagai pemateri.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga