Rubaru, NU Online Sumenep
Agenda besar nahdiyyin dan santri dari pelosok pedesaan hingga perkotaan di bulan Oktober ini adalah merayakan Maulid Nabi dan Hari Santri Nasional (HSN).
Seperti yang dilaksanakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Rubaru dengan menggelar beberapa rentetan kegiatan yang dilaksanakan sejak awal bulan Oktober 2021 kemarin.
Serangkaian kegiatan Hari Santri MWCNU Rubaru tahun ini diakhiri dengan kegiatan puncak pada Kamis (21/10/2021) Malam.
Kegitan puncak ini dihadiri oleh Pengurus MWCNU, Ranting, dari Lembaga dan Banon Se-Kecamatan Rubaru serta Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep.
Kegiatan puncak Hari Santri Nasional (HSN) ini diawali dengan pembacaan tahlil bersama oleh KH. Nurul Musthofa, A’wan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Rubaru. Dilanjutkan dengan sholawat bersama yang dipimpin oleh KH. Idrus Qowi, Wakil Ro’is Syuriah.
K. Mohammad Sadik, Ketua MWCNU Kecamatan Rubaru mengapresiasi terlaksananya kegiatan ranting maupun semua lembaga dan banom mulai dari awal sampai akhir kegiatan hari santri dan perayaan maulid nabi Muhammad SAW di masing masing ranting dan banom.
“HSN merupakan refleksi dari resolusi jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari. Selain itu, HSN juga menjadi momentum pengakuan negara terhadap kaum santri yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan RI,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2021 MWCNU Rubaru, Sufyan Auri, menyampaikan banyak terimakasih kepada MWCNU, Ranting, Lembaga dan Banon Se-MWCNU Rubaru yang telah mensukseskan rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2021 mulai sejak 11 hingga 21 Oktober 2021.
“Alhamdulillah, malam ini merupakan puncak kegiatan Hari Santri Nasional 2021. Semoga kita semua termasuk dari santri KH. Hasyim Asy’ri,” ungkapnya.
Mohammad Hosnan, Wakil Ketua PCNU Sumenep mengatakan bahwa berkhidmat di NU harus berlandaskan seperti cinta laila dan majnun.
“Yang cinta sepenuh hati. Bagaimana orang ketika sudah dilanda cinta itu sudah lupa dengan semuanya. Harusnya begitu kalau kita sudah merasa cinta terhadap Nahdlatul Ulama. Yang ada dalam hati hanya ingin terus berkhidmat,” pungkasnya.
Editor : Abdul Warits

