Image Slider

Haul Gus Dur, Begini Cara Lakpesdam NU Pragaan Mengenangnya

Pragaan, NU Online Sumenep

KH Abdurrahman Wahid atau dikenal Gus Dur adalah putra dari pasangan KH Abdul Wahid Hasyim dan Ny Hj Solichah Bisri. Lahir di Denanyar Jombang, 7 September 1940 dan wafat Rabu, 30 Januari 2009.

Penyampaian ini dikatakan oleh Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Kiai Abd Wasid di acara Haul Gus Dur dan Penguatan Ranting NU yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Pragaan, Rabu (29/12/2021) di aula Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat.

Menurutnya, kiprah sosial, politik, pendidikan dan keumatan dimulai dari pesantren. “Gus Dur membawa NU dan pesantren yang tradisional ke dunia internasional seraya mengenalkan tata kelola kehidupan dan ekonomi pada warga NU,” ungkap mantan Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep itu.

Dirinya menegaskan, sejak menjadi pengurus pesantren hingga sampai menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Presiden Republik Indonesia (RI) ke-4, beliau berani dengan segala resiko untuk mengatasi beberapa problem kebangsaan. “Mari kita teladani, baik di bidang literasi dan lain-lainnya,” pintanya.

Editor: Ach Khalilurrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga