Pragaan, NU Online Sumenep
Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Kiai Abd Wasid mengajak pada pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan untuk melakukan evaluasi dengan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) yang aktif dan tidak aktif. Termasuk menganalisa hambatan, kendala, solusi, dan tindak lanjutnya.
“Untuk bertransformasi jamaah menjadi jam’iyah, ada beberapa standar minimal yang harus terpenuhi, yaitu: pengurus aktif dalam kegiatan ke-NU-an, memiliki kegiatan rutin lailatul ijtima’ 1 pekan sekali, melaksanakan kegiatan incidental 2 bulan sekali, memiliki lembaga dan Badan Otonom NU yang aktif, memiliki SK yang masih aktif, memiliki program kerja, dan memiliki plang NU,” ujarnya saat mengisi acara Haul Gus Dur dan Penguatan Ranting yang digelar oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Pragaan, Rabu (29/12/2021) di aula setempat.
Dijelaskan pulan, ranting harus memiliki struktur, memiliki kantor, memiliki anggota kumpulan sebanyak 75 orang, menggalang i’anah syahriyah, dan membentuk Pengurus Anak Ranting (PAR).
“Yang terjadi di lapangan, pengurus ranting kurang aktif dalam kegiatan ke-NU-an, tidak memiliki kegiatan rutin, memiliki anggota kumpulan kurang dari 30 orang, dan SK melampaui masa khidmat,” tegasnya.
Berangkat dari fenomena tersebut, mantan Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep tersebut mengimbau untuk membentuk Tim Khusus (Timsus) guna mengidentifikasi masalah.
“Bentuk tim penguatan ranting, identifikasi masalahnya dan RTL, adakan pendampingan ke ranting, terus monitoring, dan jaga konsistensi dalam berharakah,” pintanya.
Editor: Ibnu Abbas

