Image Slider

LFA Guluk-Guluk Rutin Gelar Pelatihan Hisab Awal Waktu Shalat

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep

Penentuan awal waktu shalat adalah kemutlakan yang harus diketahui umat Islam. Sebab hal ini menjadi kemutlakan dalam proses ibadah mahdhah (shalat), puasa (sahur dan berbuka) yang merupakan landasan ibadah utama dalam agama Islam.

Hal itu disampaikan langsung oleh Lukmanul Hakim ketika mengisi acara Pelatihan Hisab Awal Waktu Shalat yang diselenggarakan oleh Lajnah Falakiyah Annuqayah (LFA) Guluk-Guluk, Kamis (13/01/2022) di Sekretariat Pondok Pesantren Annuqayah.

Mahasiswa Pascasarjana Institut Ilmu Keislaman (Instika) Guluk-Guluk ini mengawali penyampaiannya dengan mengulas urgensi penentuan awal waktu shalat itu sendiri.

“Menentukan awal waktu shalat adalah menghitung waktu ketika matahari berada di titik kulminasi atas dan waktu ketika matahari berkedudukan pada posisi-posisi awal waktu-waktu shalat. Hal itu penting diketahui sebagai bekal untuk proses perhitungan nanti,” tuturnya.

Sedangkan dasar hukum waktu shalat adalah QS. An-Nisa’ 103, QS. Al-Isra’ 78, QS. Thaha 130, HR. At-Tirmidzi dan Ahmad, dari Jabir bin Abdullah, HR. Muslim dari Abdullah bin Amr, HR. Bukhari Muslim dari Zaid bin Tsabit.

Kepala Perpustakaan Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah itu juga memaparkan penentuan awal waktu shalat perspektif ilmu Fikih dan ilmu Falak.

“Waktu Zuhur dimulai saat matahari tergelincir (zawal), yaitu sesaat setelah seluruh piringan matahari melewati titik meridian pengamat dan berakhir ketika waktu shalat ashar tiba, waktu Ashar dimulai saat panjang bayangan waktu zuhur (zawal) ditambah tinggi benda dan berakhir setelah piringan matahari terbenam di ufuk mar’i,” terangnya.

Tak hanya itu, waktu Maghrib dimulai setelah piringan matahari terbenam di ufuk mar’i dan berakhir ketika pengaruh cahaya matahari sudah terlihat. Ditandai dengan hilangnya warna merah. Untuk waktu Isya’ dimulai ketika pengaruh cahaya matahari saat terbenam sudah tidak terlihat. Ditandai dengan hilangnya warna merah di ufuk barat dan berakhir setelah terbit fajar. Sedangkan waktu Subuh sejak terbit fajar dan berakhir ketika terbit piringan atas matahari.

Mantan Sekretaris LFA itu juga mengatakan bahwa dalam penentuan awal waktu shalat diperlukan beberapa data astronomik agar proses perhitungannya menjadi akurat dan dapat dijadikan rujukan oleh umat.

“Dalam proses perhitungan awal waktu shalat diperlukan data astronomik seperti lintang tempat, bujur tempat, deklinasi matahari, ketinggian matahari, dan equation of time,” urai Lukman.

Pengurus Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lembung Barat ini juga menjelaskan kepada para peserta mengenai cara perhitungan awal waktu shalat Zuhur, shalat Ashar, shalat Maghrib, shalat Isya’, shalat Shubuh, dan waktu Syuruq. Ia juga menambahkan tentang cara memperoleh awal waktu shalat melalui aplikasi.

“Lebih mudah, dapat digunakan aplikasi program Win Hisab yang dibuat oleh Kementerian Agama RI,” tambahnya.

Di akhir penjelasannya, Alumni MA 1 Annuqayah ini berharap agar para peserta memahami betul dan tidak menganggap sepele hal-hal yang berkaitan dengan awal waktu shalat.

“Sikap tidak hati-hati dalam penentuan awal waktu shalat mengakibatkan batalnya berbagai macam bentuk ibadah yang kita lakukan,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua LFA, Bambang Hendriyanto juga berharap kepada para peserta pelatihan yang berjumlah 60 orang agar mampu menyerap materi yang telah disampaikan.

“Harapan kita dengan telah diselenggarakannya kegiatan pelatihan hisab awal waktu shalat ini, para peserta mampu menyerap dan memahami materi yang telah diberikan serta dapat mensosialisasikan dan mengaplikasikan ilmu yang telah didapat di masyarakat. Setidaknya untuk penentuan awal waktu shalat, para peserta sudah mampu melakukannya sendiri,” tandasnya.

Editor: Ach Khalilurrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga