Bluto, NU Online Sumenep
Usai membaiat pengurus Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU), Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP), Muchamad Nabil Haroen atau Gus Nabil mengimbau agar Pagar Nusa tidak dijadikan kendaraan politik, Ahad (23/01/2022) di aula Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Bluto, Sumenep.
“Kita sebagai kader tak pernah kehilangan dalam berpolitik. Kami tidak pernah mencegat, apalagi melaranganya, karena berpolitik adalah hak pribadi seseorang. Kami persilahkan, asalkan jangan jadikan Pagar Nusa sebagai kendaraan politknya,” ujarnya dengan lantang di hadapan ratusan pendekar Pagar Nusa.
Hal terpenting, lanjutnya, kader harus ikhlas berkhidmat. Rela mati bela NU dan ulama serta habaib.
“Jika tadi Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar membaiat seluruh pengurus NU dan warga NU. Izinkan kami untuk membaiat seluruh pendekar yang hadir pada kesempatan kali ini,” terangnya.
Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri itu menegaskan, ini adalah sumpah, janji yang menggunakan huruf qosam. “Kepada seluruh pendekar, silahkan berdiri semua,” pintanya.
Sumpah Pendekar Pagar Nusa
Bismillahirrahmanirrahim
Asyhadu alla ilaaha illa Allah wa asyhaduanna muhammadar Rasulullah.
Rodhitu billahi rabba, wa bil Islami dina, wa bi Muhammadin nabiyya wa Rasula.
Saya kader Pagar Nusa, bersumpah, berjanji, Wallahi, Billahi, Taallahi.
1. Akan selalu patuh dan setia kepada Pagar Nusa dan Nahdlatul Ulama.
2. Akan selalu patuh dan setia kepada perintah pimpinan Pagar Nusa dan Nahdlatul Ulama.
3. Akan selalu siap siaga mengobrankan jiwa, harta dan nyawa untuk memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Jika saya melanggar sumpah ini, datanglah laknat Allah kepada saya. Alfatihah,” pungkasnya.
Editor: A Habiburrahman

