Image Slider

KH Musleh Adnan Jelaskan Pentingnya Peringatan Haul

Lenteng, NU Online Sumenep
Peringatan tahunan atau haul untuk para sesepuh yang telah berpulang ke rahmatullah dengan membaca doa shalawat, dan tahlil, serta ditambah tausiyah dari para ulama bisa menjadi solusi ruhaniyah. Kegiatan seperti ini sangat diperlukan oleh masyarakat di zaman sekarang.

“Ulang tahun kematian atau haul, menjadi solusi ruhaniyah bagi kita yang masih hidup,” ujar KH Musleh Adnan saat mengisi acara Pengajian Umum dan Peringatan Haul Sirtani binti Somar, Jum’at (11/02/2022) di desa Lembung Barat, Lenteng.

Terkadang, lanjut KH Musleh, seorangpun belum tahu siapa sebenarnya yang pandai menentukan pilihan hidup. Beliau menyitir Hadits Nabi Muhammad SAW, yang menyatakan hanya ada dua orang yang tergolong pandai.

“Yakni orang yang mampu mengendalikan hawa nafsu dan orang yang selalu berbuat untuk kehidupan akhirat,” tutur Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatut Ta’limiyah Plakpak, Pegantenan, Pamekasan itu.

Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pamekasan ini juga menambahkan bahwa era modern telah membawa manusia pada satu titik kegalauan. Berbagai pilihan menghujami manusia di setiap waktu dan diberbagai tempat.

“Aneka ragam pilihan itu menghadang siapa saja, termasuk manusia yang beriman. Untuk itu, kita perlu mengikuti jalan yang lurus agar terhindar dari jalan tersesat, sehingga mencapai ke Surga-Nya. Sebab dalam Kartu Tanda Penduduk Akhirat, kita termasuk keturunan orang surga,” tambahnya.

Menurutnya, karena kita keturunan orang yang lahir dari surga, maka kita harus berusaha kembali ke surga. Jalan menuju surga, murah harganya, yakni dengan melakukan amalan shaleh. Tetapi amalan terus harus dijalankan dengan tulus ikhlas dan istiqamah.

“Amal yang pasti diterima Allah SWT, diantaranya membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo ini juga mengingatkan agar berhati-hati dalam menjalani kehidupan di dunia. Sehingga, selalu diberi rahmat oleh-Nya. Menurutnya, ada 3 orang yang tidak mendapatkan rahmat.

“Pertama, orang yang durhaka kepada orang tua. Kedua, orang tua yang membiarkan istri dan anak perempuannya bergaul bebas. Ketiga, pemabuk. Dengan berbagai kesibukan duniawi, kita kadang lalai. Untuk itu, berdzikirlah terus agar kita selalu diberi petunjuk-Nya,” tandasnya.

Pencermah kondang kelahiran Jember itu juga menyampaikan tentang pentingnya haul untuk mengetahui sejarah sesepuh yang telah mendahului.

“Hingga kita menjadi umat ini banyak yang kehilangan sejarah, sejarah lingkungan, sejarah tokoh, dan terkadang sampai anaknya sendiri tidak mengenal sesepuhnya,” tegasnya.

Beliau juga menceritakan bagaimana ulama dulu berkorban untuk kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Maka, dengan adanya haul akan menguak kembali sejarah-sejarah para sesepuh khususnya, setidaknya anak cucunya itu mempunyai rasa kepedulian,” jelasnya.

Kiai yang juga viral di YouTube ini juga menjelaskan bahwa ada nilai lebih bila mengetahui leluhur.

“Kalau akan berbuat yang tidak baik, selalu bercermin kepada guru, kepada orang tua, kepada kasepuhan. Hal tersebut Insyaallah akan menambah dan mempercepat negeri ini menjadi baldatun thayyibatun warabun ghafur,” tegasnya.

Sementara itu untuk membantu pengamanan acara, panitia bersinergi dengan Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lembung Barat. Sekitar lima orang Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Lembung Barat diterjunkan di lokasi.

Acara ini selain dihadiri ribuan jamaah, tampak Kepala Desa Lembung Barat, Bapak Fauzi dan perangkat desa setempat. Juga hadir Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Rahman Lembung Barat, KH Sirojuddin dan KH Luthfi Bahri. Hadir juga Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Lembung Barat serta pengurus lembaga dan badan otonomnya.

Editor : Ach. Khalilurrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga