Image Slider

Serangkaian Harlah Ke-1 NUOS-TVNU Sumenep Resmi Dibuka

Bluto, NU Online Sumenep
Kegiatan Ngaji Jurnalistik dan Videografi dalam rangka Peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-1 NU Online Sumenep dan TVNU Sumenep resmi dibuka pada Ahad (20/02/2022) di Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Bluto.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH M Zainur Rahman Hammam, Wakil Ketua PCNU Sumenep, Kiai Zubairi Karim, Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Kiai Zamzami Sabiq Hamid, dan diikuti oleh sekitar 50 orang peserta.

Gus Firdausi mengatakan dalam sambutannya bahwa kegiatan ini diadakan dalam rangka Harlah Ke-99 NU, Harlah Ke-1 NUOS dan TVNU Sumenep, serta Hari Pers Nasional.

“Tujuannya tidak lain untuk memasifkan budaya literasi sebagai suatu hal yang dicontohkan oleh Muassis NU terdahulu, terealisasinya program kerja yang telah dimusyawarahkan pada awal tahun, dan membekali para kontributor untuk mendalami lagi dunia jurnalistik,” kata Ketua LTN NU PCNU Sumenep ini.

Direktur NU Online Sumenep itu juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan atau skill Nahdliyin di bidang jurnalistik, utamanya generasi milenial NU kabupaten setempat.

Ia juga mengungkapkan, tantangan paling berat di era digital ini adalah skill. Diadakannya ngaji jurnalistik ini diharapkan dapat meningkatkan minat menulis di kalangan NU. “Tanpa skill yang baik kita akan kesusahan masuk di dunia literasi,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengharapkan kegiatan tersebut dapat mewadahi minat dan bakat generasi muda agar dapat mengedukasi masyarakat dan bijak menggunakan media sosial.

“Kami harap nantinya para peserta menjadi pelopor dalam mengajarkan terkait pemanfaatan media sosial yang tanpa batas ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kiai Zamzami Sabiq Hamid menuturkan bahwa kehadirannya tersebut sebagai wujud niat suci melakukan jihad untuk Jamiyah Nahdlatul Ulama melalui media. Karena menurutnya, berkhidmah di NU tidak hanya bagi mereka yang termasuk bagian dari struktural tapi di semua hal.

“Mengabdi di NU itu tidak hanya ketika sebagai pengurus struktural NU, baik di lembaga atau banom, akan tetapi juga dapat dilakukan dengan melakukan dakwah ke-NU-an melalui media dengan bergabung di NU Online Sumenep. Hal ini terjadi karena para Muassis NU terdahulu telah menerbitkan sebuah karya yang berjudul Suara Nahdlatul Ulama yang pada babakan selanjutnya menjadi majalah NU,” tutur Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum itu.

Menurutnya, hal itu menjadi pengalaman dan pelajaran baru bagi para peserta untuk selalu berproses dan memperbaiki diri. Ia menyebutkan, berkhidmah di media NU termasuk pula berdakwah dan membesarkan NU.

“Semoga apa yang telah dilakukan bisa memberikan inspirasi dan edukasi untuk terus mengabarkan risalah dakwah, khususnya di era digital 5.0,” terangnya.

Sementara itu, Kiai Zubairi Karim juga berharap agar peserta ngaji jurnalistik ini dapat menjadi penggerak atas terbentuknya website di masing-masing Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di Kabupaten Sumenep.

“Lulusan kegiatan ini nantinya setiap MWCNU, bahkan ranting NU, mempunyai website. Dari sini nantinya bisa menjadi tolok ukur dalam mengetahui progresifitas masing-masing,” pungkas Wakil Ketua PCNU Sumenep itu.

Editor : Ach. Khalilurrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga