Image Slider

Pesantrenpreneur, Cara RMI NU Sumenep Berdayakan Ekonomi Pesantren

Kota, NU Online Sumenep
Di momentum peringatan Harlah ke-99 NU, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menggelar Pesantrenpreneur, Senin (21/2/2022), di Pondok Pesantren Aqidah Usymuni, Tarate, Pandian, Sumenep. Hal itu dimaksudkan guna meningkatkan dan memberdayakan ekonomi pesantren.

Kegiatan Pesantrenpreneur ini memuat dua agenda. Pertama Ngaji Enterpreneur, diikuti oleh perwakilan pesantren di Sumenep. Menghadirkan Wakil Bupati Sumenep, Ny. Hj. Dewi Khalifah; Ahmad Yunus, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumenep; Kiai Tirmidzi Mas’ud, Ketua Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Sumenep, dan Choriyanto, Founder CEODE sebagai pemateri.

Kemudian yang kedua, Ekspo Produk Pesantren. Dalam hal ini RMI NU Sumenep menyediakan stand bazar untuk memasarkan produk unggulan yang dimiliki oleh berbagai pesantren. Mulai dari budidaya sayuran hidroponik, jasa percetakan, jamu herbal tradisional, makanan ringan, perhiasan dan lainnya.

Wakil Ketua PCNU Sumenep, Kiai Abdul Wasid mengapresiasi atas terobosan yang dilakukan oleh RMI PCNU Sumenep tersebut. Menurutnya, upaya pemberdayaan ekonomi pesantren menjadi sangat penting, mengingat pesantren selama ini merupakan lembaga pendidikan Islam yang tetap istiqamah dalam berdakwah, mendidik dan memberdayakan masyarakat.

“Kalau soal keilmuan, kealiman, di pesantren itu sudah banyak. Tinggal bagaimana kita memupuk kesadaran enterpreneur. Bahwa kemandirian ekonomi saat ini menjadi sangat penting agar pesantren tetap eksis,” ujarnya.

Kepala Seksi Pondok Pesantren Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sumenep itu juga menjelaskan, bahwa RMI NU sebagai lembaga NU yang mengakomodir para pengasuh pesantren, merupakan ruh NU.

“Sebab NU lahir dari pesantren. Di pengurus Tanfidziyah semuanya santri, alumni pesantren. Di Syuriyah juga mayoritas pengasuh pesantren. Di lembaga NU rata-rata santri semua. Demikian juga di badan otonom. Maka RMI ini adalah ruh NU,” imbuhnya.

Ketua RMI PCNU Sumenep, Kiai Ubaidillah Tsabit menuturkan, bahwa Pesantrenpreneur merupakan program kerja strategis yang memang dipersiapkan untuk mengangkat produk-produk unggulan pesantren. Sehingga peran serta pesantren dalam kemandirian ekonomi dapat terwujud dengan baik.

“Ini merupakan langkah awal bagi kita untuk menjawab tantangan perkembangan zaman, termasuk dalam hal memberdayakan ekonomi pesantren. Tentu dengan memasarkan produk-produk unggulan yang dimiliki,” ujarnya.

Masyaikh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep itu berharap, kerjasama dengan berbagai pihak, baik di internal PCNU Sumenep maupun pihak eksternal dapat dijalin. Sehingga dapat memaksimalkan pemasaran produk unggulan pesantren, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara umum.

Guna memperluas cakupan pemasaran produk unggulan pesantren tersebut, RMI PCNU Sumenep juga melakukan penandatangan nota kesepahaman atau MoU dengan CEODE.

Wakil Bupati Sumenep, Ny. Hj. Dewi Khalifah turut serta menghadiri stand bazar produk unggulan pesantren RMI PCNU Sumenep. Bahkan Ny. Eva juga ikut membeli beberapa produk sebagai wujud apresiasinya atas kreativitas pesantren dalam mewujudkan kemandirian ekonomi.

Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga