Ganding, NU Online Sumenep
Program magang bagi mahasiswa dan mahasiswi penting dikembangkan. Integrasi pendidikan di dalam dunia kampus dengan magang di berbagai bank, perusahaan maupun koperasi dapat membekali pelajar untuk lebih siap menghadapi tantantangan global setelah lulus dari kuliah.
“Inilah tujuan dilaksanakannya program magang antara mahasiswi program studi Ekonomi Syariah (ES) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk dengan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Cabang Ganding,” kata Bapak Ubaidullah Muayyad saat pemasrahan peserta magang gelombang kedua kepada pihak bank pada Senin (21/02/2022) di Ganding.
“Program magang ini akan memberi banyak manfaat untuk mahasiswa dan mahasiswi. Program yang kami kerjasamakan dengan BPRS Bhakti Sumekar Cabang Ganding yang dikembangkan ini mendapat respon yang baik dari mahasiswa maupun mahasiswi. Karena itu, kami terus berupaya meluaskan program magang dengan terus membuka peluang kemitraan baru,” jelas Dosen Prodi ES Instika ini.
Menurutnya, kesempatan ini sebagai peluang belajar bagi mahasiswa maupun mahasiswi untuk belajar langsung di dunia wirausaha. Ini modal yang bagus bagi mahasiswa dan mahasiswi untuk menghadapi tantangan menghadapi masyarakat global.
“Dua mahasiswi ini akan magang di BPRS Bhakti Sumekar Cabang Ganding selama satu bulan,” ungkapnya.
Sementara itu, Silfia Eka Wardani Putri mengatakan, kesan pertama ketika magang yaitu dirinya disambut dengan baik dan ramah oleh pihak bank.
“Alhamdulillah kesan pertama yang kami alami adalah baik, karena semua pegawai di bank BPRS Bhakti Sumekar Cabang Ganding baik dan ramah dan menerima peserta magang dengan penuh sukacita.” katanya.
Dirinya juga menambahkan bahwa selama magang satu bulan akan menerapkan teori perekonomian yang telah didapat dari kampus Tatakrama itu.
“Kami akan membantu pihak bank dalam sistem operasinya lewat bagian customer service ataupun teller,” tegas alumni Pondok Pesantren Annuqayah Latee II ini.
Editor : Ach. Khalilurrahman

