Image Slider

IPNU-IPPNU Grujugan Gelar Isra’ Mi’raj, Kiai Abdul Wafi Dumyati Ungkap Alasan Nabi Isra’ Ke Palestina

Gapura, NU Online Sumenep

Sebagaimana diketahui, Nabi Muhammad SAW melakukan Isra’ dari Mekkkah ke Palestina. Isra’ Mikraj merupakan peristiwa untuk menghibur Nabi dan menegakkan perintah Sholat lima waktu.

Begitulah yang disampaikan oleh Kiai Abdul Wafi Dumyati, Ketua Majelis Dzikir Sholawat Rijalul Ansor (MDSRA) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gapura pada peringatan Isra’ Mi’raj yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama Putri (IPPNU) desa Grujugan Kamis (3/3/2022) di Sekretariat IPPNU-IPPNU Grujugan.

Menurutnya, peringatan Isra’ dan mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan Konsep Penghiburan Nabi Muhammad. Selain itu, ia juga menegaskan kepada generasi muda dan kalangan pelajar bahwa konsekuensi dari adanya acara Isra Mikraj adalah harus menjaga shalat lima waktu.

Lebih lanjut ia mengungkapkan alasan dibalik perjalanan Isra’ Nabi Muhammad SAW ke Palestina. Ia mengatakan hikmah dari perjalanan tersebut adalah generasi muda tidak boleh melupakan generasi pendahulu. Seperti konsep ahlussunnah wal jamaah dalam merawat yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik.

“Baitul Atiq adalah asalnya para nabi. Semua nabi diutus di Palestina. Nabi Muhammad diutus ke Palestina agar ingat kepada para pendahulunya,” katanya.

Di hadapan generasi pelajar ia berpesan untuk mengirimkan Al Fatihah kepada sesepuh yang telah meninggal. Sebab, mengutip dari dawuh Kiai Azaim Ibrahimi Generasi terbaik adalah generasi terdahulu walaupun generasi kita lebih maju.

“Tidak boleh membuang pendahulu, meskipun pendahulu kelihatan lebih bodoh dari kita, apakah kita lebih hebat dari generasi umat terdahulu?” Tegasnya.

Kiai asal Gapura Tengah ini menambahkan bahwa hikmah yang terkandung di dalam peringatan isra’ dan mi’raj sangat banyak. Akan tetapi, sebagian orang belum bisa menjangkau dan meneliti serta merefleksikan hikmah di balik peristiwa besar tersebut.

Karena menurutnya ilmu ilmu eksaskta justru sudah diajarkan sejak nabi Muhammad melakukan Isra’ dan Mi’raj. Ia menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW sudah bersabda ketika dilangit pertama itu seperti cincin yang dilemparkan ke pasir.

Di akhirnya pesannya, ia mengatakan bahwa penting dilakukan penguatan organisasi sehingga segala kegiatan yang yang dilaksanakan oleh pelajar bisa menguasai kepada generasi milenial. Kegiatan yang lebih layak dikonsumsi untuk kalangan pemuda serta bisa untuk menambah anggota.

“Penguatan Organisasi. Ketika ada satu anggota yang tidak hadir harus silaturahim. Itu bagian dari penguatan organisasi. Karena, berada diorganisasi itu untuk merangkul. Kita harus merangkul pemuda desa agar tidak tersesat ke jalan yang sesat,” pungkasnya.

Editor : Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga