Image Slider

Menjaga Cinta dan Kasih Sayang Suami Istri

Oleh: Lukmanul Hakim
Sering kita mendengar kata-kata ‘mawaddah warahmah’ yang acapkali keluar dari lisan orang lain sebagai doa pada pasangan yang baru saja menikah. Dalam QS. Ar-Ruum ayat 21 disebutkan juga istilah ‘mawaddah’ dan ‘warahmah’. Apabila mawaddah dan warahmah ini selalu dimiliki oleh suami dan istri, maka jalan menuju rumah tangga akan bahagia.

Mawaddah sendiri berarti cinta, dan rahmah berarti kasih sayang. Jikalau hanya cinta saja, maka ikatan dalam pernikahan akan putus ketika suami dan istri masuk dalam masa yang namanya tua. Jadi, harus dapat menjaga cinta dan kasih sayang suami istri sekaligus, tidak hanya cinta saja.

Kalau dulu masa muda, indah rasanya. Lewat jalan becek bilang, “Awas jalannya hati-hati, becek.” Ketika usia pernikahan sudah tua, tidur kadang pantat-pantatan, punggung-punggungan. Pendeknya, sudah saling bergantian mengoles minyak angin, minyak kayu putih, atau balsem.

Kalau sudah tua biasanya sudah punya pabrik gula (kencing manis). Dulu cincin digunakan di jari sekarang pindah ke jantung (jantung koroner). Jadi, sudah saling jaga dan rawat satu sama lain. Mudah-mudahan kita masa tuanya sehat, begitu juga orang tua kita. Sehat hingga aki-aki, nini-nini, mbah kakung, mbah putri.

Menjadi keluarga ‘sakinah mawaddah warahmah’ seperti yang sering kita dengar atau ucapkan ke pengantin itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Lebih sulit dari itu ternyata. Prosesnya panjang, penuh perjalanan berliku, kadang bahkan curam dan terjal.

Banyak aral melintang, kadang ada duri menghadang dalam mewujudkan sakinah mawaddah warahmah. Ibarat mau naik kelas, harus ada ujian. Seseorang ketika menghadapi ujian lalu tidak lulus, maka dia tidak akan naik kelas.

Pengantin baru perlu tahu cara menumbuhkan sakinah mawaddah warahmah tersebut. Salahsatunya adalah suami istri harus saling pengertian, saling percaya, dan tahu tugas serta kewajibannya masing-masing. Bukan hanya menuntut hak.

Maka dari itu, dalam menikah kita harus punya ilmu. Suami istri harus tahu agama terlebih dahulu. Karena ketika ada masalah bisa didiskusikan bersama. Soalnya kalau istri sampai tidak tahu agama, emosi, dan cemburuan, bisa bahaya hingga berujung ‘piring terbang’ bersliweran keluar dari dapur.

Suami Istri Adalah Pakaian

Suami dan istri ibarat pakaian. Dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 187 dijelaskan:

اُحِلَّ لَـکُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَآئِكُمْ ۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّـكُمْ وَاَنْـتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّکُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَکُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۚ فَالْــئٰنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا کَتَبَ اللّٰهُ لَـكُمْ ۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَـكُمُ الْخَـيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَـيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْـتُمْ عٰكِفُوْنَ ۙ فِى الْمَسٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ

Artinya: “Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka ketika kamu beritikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 187).

Jadi, suami dan istri harus saling menjaga, ibarat pakaian yang saling menutupi badan dari dingin, panas, aurat dan aib-aib dalam rumah tangga. Jangan diumbar dan jadi bahan omongan tetangga. Terkadang suami sendiri jadi bahan gosip. Katanya begini, “Suamiku, masak ngasih duit belanja 10 juta buat seminggu.”

Atau mencurigai suami dekat sama wanita lain. Alangkah baiknya seorang istri klarifikasi langsung kepada suami. Jangan suka emosi duluan, apalagi sampai terjadi kekerasan fisik. Makanya, ada yang namanya suami takut istri. Sampai ada komunitasnya. ISTI alias Ikatan Suami Takut Istri.

Hendaknya seorang istri senantiasa berlaku lembut kepada suami. Keindahan dari kesabaran, dan kesabaran dari kelembutan. Banyak kita dengar suami yang kepincut dengan wanita lain.

Godaan para suami di luar rumah amatlah ngeri karena tipe perempuan itu bermacam-macam. Seperti rambut merah layaknya bule, tangannya batang waru, betis gunting padi, dan matanya menusuk setajam silet.

Inkonsistensi Isteri

Para istri kadang suka tidak konsisten. Saat ditanya mau suami jujur tidak? Jawabnya mau. Lalu ditanya kembali apakah mau kalau suami mengatakan yang sejujurnya? Jawabnya tidak.

Kadang sifatnya suka berubah-ubah. Seperti saat mau pergi kondangan. Istri bertanya pada suami tentang kostum. “Lebih bagus yang mana? Kebaya yang merah atau kuning?” Jawab suami, “Terserah kamu saja”. Lalu, istri menjawab, “Kok ditanya, jawabnya gitu sih.” “Ya sudah kuning deh,” jawab suami. Eh, tahunya memakai kostum berwarna merah jambu.

Meskipun istri suka tidak konsisten, jangan kasar sama istri. Harus ingat, istri berasal dari tulang rusuk yang bengkok. Jika kita hendak meluruskannya dengan cara yang kasar, maka tulang itu akan patah. Namun bila dibiarkan, ia akan tetap bengkok. Jadi kuncinya, suami harus sabar dan senantiasa berdoa kepada Allah SWT.

Mari kita jadikan Nabi Muhammad SAW sebagai panutan dalam memimpin rumah tangga. Beliau adalah sosok manusia yang sempurna (Afdlalu ‘ala makhluqot). Di medan perang Nabi adalah seorang jenderal yang menguasai taktik dan strategi bertempur. Di tengah masyarakat beliau adalah pemimpin yang adil dan melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Di dalam keluarganya Rasulullah adalah seorang kepala rumah tangga yang dapat mendatangkan rasa aman, kasih sayang sekaligus kebahagiaan.

*) Mahasiswa Prodi PAI Program Pascasarjana Instika Guluk-Guluk, Kepala Perpustakaan Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Guluk-Guluk, Dewan Redaksi Jurnal Pentas Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Guluk-Guluk, Pengurus Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lembung Barat, dan Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk Tahun 2014-2021.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga