Giliraja, NU Online Sumenep
Kabar wafatnya Kiai Waqid Romzi pada Sabtu (05/03/2022) malam kemarin membuat warga Giliraja berduka cita. Pasalnya, selama hidup almarhum merupakan tokoh yang menjadi panutan bagi masyarakat di daerah tersebut.
Kiai Waqid Romzi merupakan Mustasyar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Giliraja sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ulum Desa Banmaleng. Dalam catatan medis, beliau meninggal dunia akibat memiliki riwayat penyakit asam lambung dan tifus.
Ucapan bela sungkawa pun datang dari berbagai kalangan, mulai dari teman dekat, kerabat, tetangga, hingga pengurus NU dan beberapa pengelola pendidikan. Salah satunya yaitu dari K. Ach Fauzan, Ketua MWCNU Giliraja.
“Kami Pengurus MWCNU Giliraja sangat berduka atas wafatnya Kiai Waqid. Beliau ini merupakan salah satu muassis NU Giliraja bersama Kiai Abd Hafidh dan Kiai Subhan Chotib sekaligus Rais pertama dalam sejarah perjalanan NU di pulau ini,” ungkapnya.
Perasaan senada juga diungkapkan oleh Ustadz Amil Wasit. “Kami tidak menyangka beliau akan meninggalkan kami secepat itu. Tadi malam beliau masih sempat berwudlu untuk shalat maghrib,” ucap Ketua Ikatan Santri Alumni Nurul Ulum (IKSANU) ini.
Untuk diketahui, Kiai Waqid Romzi dimakamkan di utara Pondok Pesantren Nurul Ulum pada Ahad (06/03/2022) pagi. Ratusan santri, alumni, dan masyarakat ikut serta menshalati dan mengantarkan jenazah hingga peristirahatan terakhir.
Editor : Ach. Khalilurrahman

