Lenteng, NU Online Sumenep
Sebagaimana diketahui, penguatan ranting menjadi salah satu program prioritas Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep pada Konferensi Cabang 2020 lalu. Karenanya, PCNU Sumenep mendorong beberapa Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), termasuk di Lenteng guna menghidupkan kelembagaan NU di akar rumput.
Atas dasar itu, MWCNU Lenteng Masa Khidmat 2021-2026 menggelar Musyawarah Kerja (Musyker) dengan tajuk ‘Membangun Kemandirian Jam’iyah dan Jamaah dengan Menguatkan Ranting NU Menyongsong An-Nahdlah Ats-Tsaniyah’ pada Ahad (06/03/2022) di Aula setempat.
Ketua Panitia Musyker MWCNU Lenteng, A. Fawaid mengatakan, adanya Musyker ini merupakan serap aspirasi dari beberapa Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Lenteng dan Nahdliyin pada umumnya.
“Tujuan adanya Musyker ini adalah merencanakan apa yang akan dilakukan oleh pengurus MWCNU Lenteng ke depannya. Karena tanpa dilaksanakannya Musyker, kita tidak akan pernah tahu akan kebutuhan Penguruz Ranting warga NU secara umum,” kata Wakil Sekretaris MWCNU Lenteng itu.
Dirinya juga menegaskan, Musyker juga meneruskan amanat dari Konferensi MWCNU Lenteng yang telah terlaksana 3 bulan yang lalu bahwa penguatan ranting dan warga sangat penting.
“Semoga dengan adanya Musyker, pengurus MWCNU Lenteng, lembaga, banom, dan ranting se-Kecamatan Lenteng tahu dan bisa melaksanakan tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi)-nya dengan baik,” harapnya.
Sementara itu, Sekretaris MWCNU Lenteng, Kiai Ach. Halili Shodiq juga berharap dengan pelaksanaan Musyker ini, pengurus MWCNU Lenteng dapat melaksanakan kegiatan yang konkret, terarah, dan terukur.
“Sehingga estafet kepemimpinan jam’iyah bisa diteruskan ke depan dan kegiatan yang akan dijalankan nanti berdampak nyata ke masyarakat,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Kiai Zainul Hasan, Sekretaris PCNU Sumenep mengapresiasi atas upaya MWCNU Lenteng dalam melakukan penguatan ranting. Bahwa bilamana terdapat beberapa tantangan dan bahkan peluang, hal itu bagian dari dinamika kehidupan masyarakat, dimana NU harus selalu hadir mengayomi.
“Terima kasih atas kesediaan MWCNU Lenteng dan ranting se-Kecamatan Lenteng. Mudah-mudahan silaturrahim ini diridlai Allah SWT. Menjadikan NU sebagai ladang perjuangan dalam rangka menghamba kepada Allah,” jelasnya.
Terpenting, lanjut Kiai Zainul, bagaimana pengurus MWCNU Lenteng terus mengayomi masyarakat. Salah satunya dengan kegiatan rutinitas Lailatul Ijtima sebagai wadah silaturrahim.
“Yang jelas NU harus bisa mengayomi. Kalau tidak, NU akan tercerabut dari akar basisnya di masyarakat. Mari kita wadahi dengan kearifan lokal, meskipun berbagai macam bentuk komunitas,” imbuhnya.
Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk ini juga menegaskan, Musyker merupakan forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah konferensi.
“Harapan dari kami, Musyker ini dapat menelurkan program yang sesuai kebutuhan jamaah, bukan hanya keinginan jam’iyah,” tegas kiai asal kepulauan itu.
Acara ini dihadiri oleh jajaran syuriyah dan tanfidziyah MWCNU Lenteng, lembaga-lembaga, badan otonom, dan ranting yang ada di daerah tersebut.
Editor : Ach. Khalilurrahman.

