Pragaan, NU Online Sumenep
Jika melewati jalan provinsi di Kecamatan Pragaan, mata akan dimanjakan dengan pemandangan penjual ta’al atau buah siwalan di terotowar jalan. Tepatnya di Desa Pakamban Laok, Jaddung, dan Pragaan Laok.
Bulan Ramadhan 1443 H, buah ta’al menjadi buruan umat Islam untuk dijadikan menu takjil. Ta’al yang mirip dengan kolang-kaling memiliki nilai ekonomis yang sama dengan buah kelapa.
Yanto selaku penjual mengatakan, buah ta’al dijadikan bahan campuran minuman es. “Tekstur buahnya lembut seperti kelapa dengan sensasi segar. Bahkan sangat baik untuk kesehatan dan kaya dengan kandungan air,” terangnya saat dikonfirmasi oleh NU Online Sumenep di warungnya, Dusun Mornangka, Desa Pragaan Laok, Pragaan, Sumenep, Senin (04/03/2022).
Buah yang masih muda, lanjutnya, memiliki tekstur yang bening, lunak, dan berair. “Harganya murah di kantong Rp3 ribu perbunkus. Setiap bungkus, rata-rata berisi 4 buah. Jadi, buah ini sebagai pelepas dahaga bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa,” tuturnya.
Menurut tenaga medis, sambungnya, buah ini memiliki manfaat. Yakni, melancarkan pencernaan, memiliki vitamin C, dan cocok dikonsumsi oleh ibu hamil.
“Bagi Nahdliyin yang lewat di Kecamatan Pragaan, jangan sungkan untuk membawa oleh-oleh ini untuk keluarga sebagai menu pembuka puasa. Alhamdulillah, selama bulan puasa, dagangan kami laris manis,” pungkasnya.

