Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk, Sumenep menggelar Workshop Pengelolaan Jurnal Program Studi yang dimulai pada Ahad-Senin (17-18/04/2022) di ruang kampus setempat.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor I Instika Guluk-Guluk, H Damanhuri menyatakan keberadaan jurnal di lingkungan kampus menjadi salah satu indikator kemajuan perguruan tinggi.
“Jika jurnal yang dikelola kampus berkualitas, maka secara otomatis akan melambungkan reputasi perguruan tinggi bukan hanya pada level nasional, tapi pada tingkatan global,” katanya saat pembukaan kegiatan.
Ia juga menambahkan, keberadaan jurnal bisa menjadi wadah bagi para dosen dalam meningkatkan tradisi riset dan publikasi ilmiah sebagai bagian dari kewajiban yang harus dikembangkan, baik untuk kepentingan karir akademik maupun peningkatan akreditasi kampus.
“Penyelenggaran workshop ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada para pengelola jurnal di lingkungan INSTIKA untuk dapat mengaplikasikan alur penerbitan jurnal sesuai standar yang ditetapkan badan akreditasi,” jelas alumni Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk itu.
Alumni Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menegaskan, target kegiatan ini adalah para peserta dapat mengelola jurnal program studi di lingkungan Instika dan dapat segera terbit pada tahun ini dari sekitar 6 jurnal yang dirintis.
“Kami berusaha untuk memfasilitasi para pengelola jurnal untuk menyiapkan langkah strategis dalam perintisan jurnal program studi ini secara bertahap dan sesuai dengan standar yang ditetapkan badan akreditasi jurnal ilmiah,” terangnya.
Pengurus Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Sumenep ini juga menambahkan, untuk menjadi jurnal bereputasi, di Instika sendiri perjalanannya masih sangat jauh.
“Akan tetapi, kami berusaha secara bertahap untuk memenuhi standar yang ditetapkan oleh badan akreditasi jurnal ilmiah, baik dari penamaan jurnal yang harus sesuai bidang keilmuan program studi, proses penyuntingan substansi yang bagus, artikel berkualitas, gaya penulisan konsisten, tampilan jurnal, terbit secara berkala, dan terindeks di lembaga yang bereputasi di bidang jurnal,” tambah Daman.
Pihaknya juga sangat mengapresiasi dan mensupport kegiatan workshop pengelolaan jurnal ini. “Karena LP2M menjadi tonggak penting dari kemajuan kampus di bidang penelitian, pengabdian, dan publikasi ilmiah,” lanjutnya.
Alumni Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Guluk-Guluk ini berharap agar LP2M terus mengawal, membina, menginisiasi dan menjadi garda terdepan dalam peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah di kalangan dosen Instika.
“Harapan kami bagaimana para pengelola jurnal program studi dapat mengaplikasikan teori dan praktik pengelolaan dan penerbitan jurnal yang disampaikan pemateri sesuai standar yang ditetapkan. Yang paling esensial adalah jurnal-jurnal program studi di lingkungan Instika dapat segera terbit dan dilaunching dalam sebuah Rumah Jurnal Instika. Sehingga kegiatan ini menjadi motivasi bagi kami untuk melangkah lebih jauh dalam membantu peningkatan mutu penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan Instika,” pungkasnya.
Editor : Ach. Khalilurrahman

