Image Slider

Pelantikan MWCNU Talango, Kiai Pandji Ingatkan Pengelolaan Manajemen Organisasi

Talango, NU Online Sumenep

Pada momentum pertemuan rutin bulanan Bahstul Masail di kediaman KH. Abdullah Faqih, Dusun Somor Alem, Desa Gapurana Kecamatan Talango, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep juga melantik jajaran kepengurusan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Talango, Ahad (13/12/2020).

Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Syuriah, Tanfidziyah dan Lembaga di lingkungan PCNU Sumenep, perwakilan MWCNU se-Kabupaten Sumenep, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), dan Kepala Desa setempat.

K. Abdul Wasid, selaku Wakil Ketua PCNU Sumenep membacakan Surat Keputusan (SK) dengan nomor surat 025/PC/A.II/L-37/XII/2020 ditandatangani oleh KH. Hafidhi Sarbini, Rais, KH Muhammad Bahrul Widad, Katib, H. A. Pandji Taufiq, Ketua dan Zainul Hasan, Sekretaris. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ikrar atau sumpah yang dipandu langsung oleh Rais PCNU Sumenep.

Berdasarkan surat yang dikeluarkan PCNU Sumenep pada tanggal 24 Rabi’ul Akhir 1442 H/ 09 Desember 2020, tentang Susunan Pengurus MWCNU Talango Masa Khidmat 2020-2025, jajaran Mustasyar di antaranya: KH. Shiddiq Baihaqi, Habib Abdullah, K. Abd. Razaq, KH. Abdullah Faqih, K. Faqih, K. R. Wahed, KH. Abdul Lathif, K. Dzulhijjah dan H. Moh. Ali.

Sementara jajaran Syuriah diantaranya; KH. Abd. Khalik (Rais), K. Ahmad Mu’taqif Billah, K. Sucipno, K. Abd. Ro’i, dan K. Syafaat sebagai Wakil Rais. K. Moh. Yudi (Katib), K. Miftahul Arifin dan K. Nur Aini sebagai Wakil Katib. Adapun K. Moh Ya’qub, K. M. Hayyun, K. Sahnuki, K. Maswi, K. Ahmad Yani, K. Moh. Ilyas dan K. Ahmaya sebagai A’wan.

Kemudian untuk jajaran Pengurus Tanfidziyah, diantaranya: Juhariyono sebagai Ketua. Moh. Zainur Rahman, Agus Harianto, Moh. Yahya, H. Abd. Sukkur, dan Khaliq A sebagai Wakil Ketua. Sekretaris dijabat oleh Abdur Rasid, sedangkan Wakil Sekretarisnya Maswaie, Suriyono dan Suaibi. Adapun Bendahara dijabat oleh H. Sanusi, Wakil Bendahara H. Imam Mawardi dan Erwan.

Juhariyono, Ketua MWCNU Talango berharap bahwa dengan dilantiknya kepengurusan baru NU di tingkat Kecamatan ini, bisa memupuk kesadaran semua pihak, utamanya di internal kepengurusan untuk lebih giat lagi mengabdi untuk NU.

“Kunci utamanya adalah kebersamaan dan kekompakan. Hubungan emosional harus kami perkuat. Sebagai dasar dalam menjalankan roda kepengurusan ini. Sehingga ke depannya keberadaan MWCNU Talango benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya saat dimintai keterangan oleh tim media.

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo ini mengaku bahwa sejak awal, setelah ia terpilih sebagai Ketua pada Konferensi MWC beberapa waktu lalu, langsung melakukan konsolidasi ke bawah, di tingkat ranting, sebagai basis NU.

“Hal ini kami lakukan, dari rumah ke rumah menemui beberapa penggerak NU di ranting, agar keberadaan ranting NU bisa lebih aktif dan bersinergi dengan MWC. Sehingga ke depan, dalam mewujudkan visi dan misi Nahdlatul Ulama, selalu sejalan dan searah,” tambahnya.

Lebih jauh, KH. A Pandji Taufiq berharap kepada semua yang hadir, khususnya Pengurus MWCNU Talango yang baru saja dilantik, bahwa harus ada pembeda antara mengurus NU dan mengurus Partai Politik (Parpol).

“Mari kita sama-sama sadari, dimulai dari diri kita sendiri bahwa NU bukanlah partai politik. Karenanya dalam menjalankan amanah ini jangan samakan dengan cara kerja parpol,” tutur Ketua PCNU Sumenep saat memberikan sambutan pada Sidang Komisi Tanfidziyah.

Pihaknya juga berharap agar pola management pengelolaan organisasi tidak dijalankan secara sporadis, melainkan harus terencana dengan rapi dan sistematis. Sehingga dalam realisasinya benar-benar tepat sasaran sesuai apa yang menjadi target sejak awal.

Pewarta: Ibnu Abbas
Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga