Image Slider

Santri Annuqayah Diingatkan Pentingnya Memahami Sosiologi Islam

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku sosial antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Manusia sebagai makhluk sosial tidak pernah jauh dengan yang namanya hubungan sosial.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh H Damanhuri saat mengisi penyajian dalam materi ‘Sosiologi Islam’ pada kegiatan enrichment Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk, Sabtu (14/05/2022) di aula setempat.

“Bagaimanapun hubungan tersebut mempengaruhi perilaku orang-orang. Sebagai bidang studi, cakupan sosiologi sangatlah luas,” kata Wakil Rektor I Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk itu.

Menurutnya, tokoh yang pertama kali mengemukakan istilah sosiologi adalah Auguste Comte (1798-1857) seorang filsuf dari Prancis, sehingga dikenal sebagai Bapak Sosiologi.

“Secara etimologis, sosiologi berasal dari dua kata yaitu Socious (bahasa Latin) yang artinya teman, dan Logos (bahasa Yunani) yang artinya ilmu. Jadi sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang cara bermasyarakat,” tegas alumni MA 1 Annuqayah Guluk-Guluk ini.

Alumni Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menambahkan, dalam bahasa Arab, Islam merupakan mashdar dari kata aslama-yuslimu-islaaman yang artinya taat, tunduk, patuh, atau berserah diri kepada Allah SWT.

“Sedangkan Sosiologi Islam di sini didefinisikan sebagai sosiologi yang berlandaskan pada konsep-konsep Islam Al-Qur’an. Konsep Al-Qur’an diartikan sebagai sebuah ciri khas dari agama Islam itu sendiri,” jelas alumni Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk itu.

Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Program Pascasarjana Instika Guluk-Guluk ini juga menerangkan, Sosiologi Islam adalah disiplin keilmuan yang membekukan kajiannya di ranah kelompok masyarakat Islam.

“Sosiologi Islam berupaya memotret kelompok masyarakat Islam yang memiliki sistem budaya kemasyarakatan yang terbangun atas sistem nilai, keyakinan, historis, dan moralitas sendiri,” terang Damanhuri.

Dari hal itu, Direktur Madrasah Moderasi Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Sumenep mengartikan bahwa Sosiologi Islam yaitu ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik, gejala sosial, dan non sosial yang terjadi dalam masyarakat Islam pada khususnya.

“Terdapat perbedaan yang jelas antara teori Sosiologi Barat dengan Sosiologi Islam, kajian Barat atau sosiologi Barat berangkat dari data-data dari masyarakat Barat dan mejelaskannya dalam konteks Barat pula,” ungkap Damanhuri.

“Sehingga menjadi sesuatu yang janggal apabila pendekatan Sosiologi Barat, yang berasaskan kepada tanggapan dan kesimpulan penyelidikan masyarakat Barat digunakan untuk menganalisa realitas sosial masyarakat,” imbuhnya.

Dengan kata lain, sambungnya, akan terjadi hegemoni pengetahuan apabila cara pandangan Barat digunakan untuk menganalisa dan mengkaji tentang Islam dan masyarakat muslim. Oleh karena itu, secara singkat dapat dikatakan bahwa Sosiologi Islam adalah cara pandang sosiologis yang didasarkan pada realitas empiris masyarakat muslim yang kemudian digunakan untuk mengkaji dan menganalisa masyarakat muslim dengan mendasarkannnya pada data-data yang diperoleh dari sejarah Islam, masyarakat Islam, dan pedoman umat Islam yaitu Al-Qur’an dan Hadits.

“Karena dalam Islam, Al-Qur’an dan hadits mengandung ajaran Islam, termasuk ajaran mengenai Sosiologi. Lalu nash-nash itu dianalisa, ditafsir, dan disimpulkan,” pungkasnya.

Editor : Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga