Image Slider

Halal Bihalal Madrasah Nasy’atul Muta’allimin Gapura, Begini Pesan Pengasuh

Gapura, NU Online Sumenep

Madrasah Nasy’atul Muta’allimn Gapura menggelar Halal Bihalal bersama semua guru di lingkungan madrasah setempat, mulai dari tingkat Pendidikan Aanak Usia Dini (PAUD) sampai Madrasah Aliyah (MA) pada Senin, (30/05/2022) pukul 09.30 WIB.

Kegiatan yang berlangsung di Aula MA Nasy’atul Muta’allimin Gapura lantai II tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan Kiai Muhammad Syahid, Pengasuh Kiai A. Munif Zubairi, dan K A. Dardiri Zubairi.

Acara dimulai dengan Istighatsah yang dipimpin oleh Kiai Suto salah satu guru senior, lalu dilanjutkan dengan sambutan oleh Kiai Syahid selaku ketua yayasan.

Dalam sambutan singkatnya, mantan Ketua MWCNU Gapura tersebut menyampaikan bahwa guru harus berbuat jujur.

“Guru itu harus Jujur. Jujur dalam perkataan, jujur untuk ikhlas, jujur semangat dan niat, jujur dalam perbuatan, dan jujur dalam kedudukan agama,” ungkapnya.

Sementara itu, K Munif Zubairi selaku pengasuh menyampaikan tausiyah yang sesuai dengan momen halal bihalal, yaitu tentang Idul Fitri. Menurutnya, tidak akan sempurna Idul Fitri seseorang jika masih ada dendam, rasa tidak enak, dan sakit hati.

Namun dalam kegiatan mengajar mau tidak mau, suka tidak suka, guru harus belajar ikhlas, sebab ikhlas pantulan paling tinggi dalam aktivitas mengajar.

“Ikhlas merupakan ajaran paling pokok dalam Islam. Ikhlas merupakan berbuat tanpa pamrih, tapi ini susah, tapi kita tetap harus belajar,” harapnya.

Kiai yang mengampu materi Tafsir di jenjang Madrasah Aliyah tersebut mencontohkan almarhum Kiai Shalehuddin, Kepala SMA Batuan yang mampu menghidupkan IPNU dan IPPNU. Bahkan hampir di setiap acara NU beliau selalu menyumbangkan dana, bahkan fisik.

Selain itu, Kiai Munif juga mencontohkan Kiai Sajjad yang menanggung selamatan santrinya yang khatam Al-Qur’an. Lalu mencontohkan Kiai Zubairi yang menanggung santrinya yang tidak mampu. Juga mencontohkan Kiai Abdul Basit yang menanggung semua santrinya.

Di akhir tausiyahnya, Kiai Munif mengajak dewan guru untuk belajar keikhlasan dari para ulama dengan cara menanggung minimal satu atau tiga santri. Beliau juga meminta para guru rajin dalam mengajar sebagai wujud dari adanya jiwa yang ikhlas.

“Guru harus rajin kalau ikhlas, sebab bagaimana dikatakan ikhlas kalau tidak rajin,” pungkasnya.

Editor: A Warits Rovi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga