Image Slider

Sakralkan Hari Jadi Ke-18, BMTNU Jatim Sowan ke Kiai Azaim Ibrahimy

Gapura, NU Online Sumenep 

Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-18, Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Maal wa Tamwil Nuansa Umat (BMTNU) Jawa Timur, menggelar Rihlah Sanad Perjuangan Pengelola BMTNU setempat dengan mengunjungi Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Kamis (09/06/2022).

H Masyudi Kanzillah, Direktur Utama BMTNU Jawa Timur menjelaskan, sebagai lembaga keuangan, maka diharapkan para alumni pondok pesantren yang saat ini mengelola BMTNU agar tidak tergoda dengan uang, sehingga menjaga nama baik almamater.

“Kegiatan ini dilaksanakan 3 tahun sekali yang dimulai sejak tahun 2019 dengan rentetan acara, pembukaan; sambutan direksi; taujihad wal irsyadat dari pengasuh pesantren; pemberian cinderamata; dan ngaji di maqbarah pendiri pesantren,” terangnya saat dikonfirmasi NU Online Sumenep, Ahad (12/06/2022).

Berikut pokok-pokok taujihad wal irsyadat dari pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, KH Ahmad Azaim Ibrahimy dalam Rangka Rihlah Sanad Perjuangan Pengelola BMTNU.

1. Alumni yang melakukan Fraud, berarti mengkhianati wasiat Almarhum KHR As’ad Syamsul Arifin.

2. Menjadi pejuang di BMTNU berarti telah meneruskan perjuangan Almarhum KHR As’ad Syamsul Arifin.

3. Jaga almamater pesantren dan jangan mencoreng pesantren dengan pesonanya uang.

4. Rihlah sanad perjuangan yang dilakukan 3 tahun sekali oleh BMTNU, sebagai upaya mereset nilai-nilai kesantrian yang penuh dengan kejujuran, keikhlasan, kemandirian dan kesederhanaan.

5. Terus rawat dan jaga sambungan dengan guru agar barakah terus mengalir.

6. Syukur adalah solusi agar tidak tergiur dengan pesonanya uang, sehingga tetap dalam koridor jujur, giat dan ikhlas.

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga