Batuan, NU Online Sumenep
Semarak Lomba Hari Santri 2026 yang digelar Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Torbang, Batuan berlangsung meriah yang diikuti lebih dari 200 peserta. Kegiatan ini diisi dengan lomba tahfidz Al-Qur’an dan mewarnai sketsa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bertempat di Balai Desa Torbang, Sabtu-Ahad (24-25/10/2026).
Peserta berasal dari kalangan anak usia dini hingga siswa sekolah dasar dan sederajat, meliputi TK/RA, SD/MI, MTQ/MTA, serta lembaga pendidikan sederajat se-Kecamatan Batuan. Tingginya jumlah peserta tersebut bahkan melampaui target yang ditetapkan panitia.
Ketua PR GP Ansor Torbang, Moh Roviqi mengaku bersyukur atas antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan lomba dalam rangka memperingati Hari Santri 2026 tersebut.
“Di luar dugaan kami, total peserta melebihi target kami. Total 200 lebih peserta,” ungkapnya.
Menurut Roviqi, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai kesantrian dan nasionalisme kepada anak-anak sejak dini.
“Melalui lomba tahfidz Al-Qur’an, anak-anak diajak untuk mencintai dan menghafal ayat-ayat suci. Sementara itu, lomba mewarnai sketsa Gus Dur menjadi sarana mengenalkan sosok KH. Abdurrahman Wahid sebagai tokoh bangsa yang memiliki peran penting dalam kehidupan kebangsaan Indonesia,” tandasnya.
Ia berharap pengenalan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan melalui kegiatan kreatif tersebut dapat membentuk generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an, memahami semangat kebangsaan, serta mampu menghargai keberagaman.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Batuan, Imam Muhsin menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PR GP Ansor Torbang, khususnya panitia pelaksana yang telah bekerja menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada sahabat-sahabat Ranting Torbang, utamanya para panitia pelaksana. Ini bagian dari tugas kita semua untuk mengambil bagian dalam menanamkan jiwa nasionalisme kepada adik-adik dan saudara-saudara kita semua,” katanya.
Imam Muhsin menegaskan bahwa kegiatan semacam ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun generasi penerus yang memiliki kecintaan terhadap agama dan bangsa.
“Organisasi kepemudaan perlu mengambil peran aktif dalam menghadirkan kegiatan yang edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Lukmanul Hakim

