Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Pengasuh Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa, Guluk guluk, Sumenep, Kiai Haji Muhammad Ali Fikri menyampaikan cara agar santri kerasan dan dapat ilmu barokah di pesantren. Menurutnya, keberhasilan santri di pesantren bukan semata karena didikan kiai. Salah satu faktor juga dipengaruhi atas keberkahan rezeki dari kedua orang tua.
Hal itu disampaikan Kiai Muhammad Ali Fikri pada acara penyerahan santri putri di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sabtu (26/06/2022).
Pertama, kiai Fikri berpesan agar orang tua santri ikut andil dalam mendoakan sang anak dari rumah, meskipun telah di pasrahkan pada pondok ataupun pengurus pesantren. Menurutnya, peran kedua orang tua merupakan dorongan batin yang paling ampuh.
“Agar anak saat menjadi santri patuh kepada ajaran sekaligus program yang dijalankan di pondok pesantren,” ujarnya.
Yang kedua, lanjutnya, tidak kalah penting memberikan anak atau kiriman ke pondok dengan makanan dan uang yang halal. “Anak sangat penting dikirim dengan rezeki yang halal,” kata kiai Fikri.
Sedangkan, yang ketiga, menurut kiai Fikri perlunya mendoakan para muassis pesantren, para masyayikh, dan pengurus. Hal itu jika dilakukan akan menjadi ikatan batin yang sangat kuat.
“Doakan beliau supaya terus dibimbing dan para kiai serta pengurus tetap sehat wal afiat,” jelasnya.
Di akhir penyampaiannya, kiai Fikri bercerita tentang salah satu sesepuh di Pondok Pesantren Annuqayah, yang dulu pernah melakukan tirakat berpuasa selama 19 tahun. Puasa tersebut dilakukan untuk santri dan alumni supaya mendapatkan ilmu yang barokah dan rezeki yang lancar.
“Puasa itu bukan dikhususkan untuk anak dan keturunan beliau, tetapi khusus kepada santri dan alumni Annuqayah supaya barokah, patuh, dan rezekinya lancar,” pintanya.
Editor: Abdul Warits

