Kota, NU Online Sumenep
Meski tanpa digaji, NU Care Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sumenep tetap bertekad memberdayakan umat. Sebab prinsip utamanya ialah mengabdikan diri kepada Allah SWT melalui Nahdlatul Ulama. Atas dasar itulah semangat memberdayakan umat terus menggelora.
Ketua NU-Care LAZISNU Sumenep, Kiai A. Quraisy Makki menegaskan, bahwa lembaga di bawah naungan NU yang diamanahi untuk mengelola amil itu lebih mengedepankan kepercayaan masyarakat. Karenanya transparansi pengelolaan keuangan tetap dijaga dengan baik.
“Pada prinsipnya kami mengabdi Lillah wal Khidmah li jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Kami melayani sesuai fungsi dan tugas kami sebagai lembaga yang bersentuhan langsung dengan warga,” ujarnya kepada NU Online Sumenep.
Salah satu bentuk transparansi pengelolaan keuangan yang dilakukan adalah dengan memasifkan laporan pertanggungjawaban. Baik disampaikan saat kegiatan-kegiatan ke-NU-an maupun secara persuasif dengan masyarakat.
“Kita selalu duduk bersama antar pengurus untuk menjaga transparansi dan kepercayaan masyarakat, khususnya NU,” tambahnya.
Pengawasan dan pembinaan yang langsung diberikan pimpinan tertinggi di Nahdlatul Ulama, juga bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat. “Kami adalah keluarga besar pengurus NU yang secara kelembagaan selalu tunduk dan patuh atas perintah Rais Syuriah dan bimbingan pengurus Tanfidziyah,” tegasnya.
Atas dasar itulah, menurut Kiai Quraysi tidak ada istilah gaji karyawan di LAZISNU. Sebab semuanya berorientasi pada pengabdian semata. Penggalangan donasi dan pengelolaannya diproyeksikan untuk kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan kaum mustadh’afin. Bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
Ia pun menjelaskan bahwa menejemen pengelolaan keuangan di LAZISNU didasarkan kepada hasil keputusan Bahtsul Masail NU tahun 2017 dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait hak-hak Amil. Dimana hasil perolehan donasi 12 persennya dipergunakan untuk biaya operasional penyaluran.
“Kami tidak digaji apalagi tiap bulan. Tetapi kami menggunakan uang 12 persen untuk operasional dengan semangat mengabdi,” ujarnya.
Sesuai dengan misinya, LAZISNU bertekad menjaga kepercayaan masyarakat dengan mengacu kepada motto Modern, Akuntabel, Transparan, Amanah dan Profesional, atau disingkat MANTAP.
“Jadi, setiap kegiatan yang kami lakukan didasarkan atas kebutuhan warga. Misal pengobatan gratis, beasantri, tanggap bencana, pemugaran rumah dengab cara open donasi,” terangnya.
Kiai Quraysi menyebutkan, bahwa jumlah perolehan donasi yang terkumpul selama satu tahun mencapai Rp 1,5 miliar lebih. Jumlah tersebut diambil dari satu sampel kegiatan NU Sumenep Menyapa di bulan Ramadhan lalu, dan juga beberapa program lainnya.
Adapun program yang sudah dijalankan oleh LAZISNU Sumenep selama ini antara lain tanggap bencana, seperti Peduli Semeru, puting beliung, dan tanah longsor. Juga santunan produktif dhuafa’, beasantri serta pengobatan dan sunatan gratis yang dilakukan rutin setiap bulan.
“Jadi kami tetap berupaya untuk amanah, menyalurkan kepada mereka yang benar-benar layak dan membutuhkan,” pungkasnya.
Editor: A. Habiburrahman

