Kota, NU Online Sumenep
KH Md Widadi Rahim, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menegaskan bahwa keberlangsungan NU pada abad kedua sangat ditentukan oleh kualitas kader muda yang ditempa melalui Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Menurutnya, yang paling penting, setiap pelajaran NU harus menjadikan akhlak, ilmu, dan khidmah sebagai dasar perjuangan.
Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri resepsi pelantikan Pimpinan Cabang (PC) IPNU dan IPPNU Kabupaten Sumenep masa khidmat 2026–2028 yang digelar di Aula Lt 3 Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Ahad (2/8/2026).
Dalam sambutannya, Kiai Widadi menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terlaksananya pelantikan tersebut. Menurutnya, momentum itu harus menjadi awal lahirnya kolaborasi yang semakin kuat antara IPNU-IPPNU dengan seluruh elemen NU dan para pemangku kepentingan.
“Kami atas nama PCNU Sumenep menyampaikan rasa syukur dan bangga atas terlaksananya resepsi pelantikan IPNU-IPPNU Sumenep. Mudah-mudahan setelah resepsi pelantikan ini terjalin resepsi ‘pernikahan’ program, pernikahan kinerja, dan semangat pengabdian bersama seluruh stakeholder,” ujarnya.
Ia menegaskan, bahwa regenerasi merupakan keniscayaan dalam setiap organisasi. Bagi NU, kehadiran IPNU dan IPPNU menjadi bukti keberlangsungan kaderisasi yang akan menentukan masa depan jam’iyah.
“NU telah memasuki abad kedua. Eksistensi NU ke depan sangat ditentukan oleh kader-kader IPNU dan IPPNU,” katanya.
Ia optimistis, para kader pelajar NU akan menjadi generasi penerus yang memimpin Sumenep pada 15 hingga 20 tahun mendatang. Karena itu, menurutnya, kaderisasi harus dibangun di atas fondasi akhlak, ilmu, dan khidmah.
“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu, kami menitipkan amanah kepada kader IPNU dan IPPNU agar kelak mampu memimpin Sumenep yang bermartabat. Yang paling penting, setiap kader harus menjadikan akhlak, ilmu, dan khidmah sebagai dasar perjuangannya,” tandasnya.

