Manding, NU Online Sumenep
Sebagai sebuah organisasi, Nahdlatul Ulama memiliki dua tugas besar. Pertama, menjaga kemurnian agama Islam Aswaja An-Nahdhiyah. Dan yang kedua adalah menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari kelompok ekstremis, baik kanan ataupun kiri.
Demikian pernyataan Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Manding, Rudi Hartono, saat memberikan sambutan dalam acara Konsolidasi Triwulan Fatayat NU Sumenep pada Ahad (18/12/22) di Gedung Fatimah Elementary School.
Terkait dengan pelaksanaan Pemilu tahun 2024 nanti, beliau memberikan kebebasan bagi Nahdliyin untuk ikut serta berpolitik demi membangun kemajuan Negara Indonesia. Asalkan tidak melanggar ketentuan yang telah dirumuskan oleh Nahdlatul Ulama.
“Terkait dengan Pemilihan Umum tahun 2024 nanti, saya hanya meneruskan pesan dari Gus Yahya. Bahwa Nahdliyin silakan ikut kontestasi politik. Tapi NU-nya jangan dibawa-bawa. Meskipun orangnya sama, tapi silakan buat forum sendiri,” tegasnya.
Kak Rudi, sapaan akrabnya juga menambahkan bahwa kegiatan yang berbau politik, tidak boleh masuk dalam tubuh NU. Kesadaran akan identitas ini perlu terus dilakukan mengingat bahwa 59 persen dari rakyat Indonesia adalah warga NU.
Kepada kader Fatayat yang hadir, ia berpesan untuk terus melakukan penguatan-penguatan identitas ke-NU-an. Menurutnya, setiap gerak gerik yang diniatkan untuk ber-NU maka akan disaksikan oleh para muassis dan wali.
“Tema Penguatan Organisasi dengan Berbagi Spirit Kebersaman sangat cocok dengan momentum kegiatan ini. Sebab tidak ada kekuatan kecuali dengan organisasi. Dan tidak ada organisasi kecuali dengan kepemimpinan. Serta tidak ada kepemimpinan kecuali dengan pemimpin yang adil,” ucapnya.
Pada forum yang dihadiri lebih kurang 200 peserta tersebut, ia juga menyampaikan satu pesan. “Satu pesan saya, jangan serahkan kepemimpinan kita kepada orang-orang yang menentang Aswaja An-Nahdhiyah,” pungkasnya
Pewarta : Uzlifatul Laily

