Image Slider

Puasa Ayyamul Bidh Dzulqa’dah Jadi Momentum Persiapan Menuju Puasa Arafah

Kota, NU Online Sumenep

Menjelang sunnahnya Puasa Arafah, umat Islam terlebih dahulu dianjurkan memperbanyak amalan sunnah lainnya, salah satunya dengan melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh pada bulan Dzulqa’dah. Puasa ini merupakan ibadah sunnah yang rutin dilakukan setiap pertengahan bulan Hijriah, tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15.

Dikutip dari website NU Online Ayyamul Bidh secara bahasa berarti “hari-hari putih”, yakni hari ketika cahaya bulan purnama tampak terang di malam hari. Dalam kalender Hijriah, puasa ini dilaksanakan setiap bulan dan memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT. Terlebih, bulan Dzulqa’dah termasuk salah satu bulan Muhtaram atau bulan yang dimuliakan dalam Islam.

Lora Idris Afandi, Khodimul Ma’had KH Abi Sujak, Sumenep menjelaskan bahwa Puasa Ayyamul Bidh merupakan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dilaksanakan secara istiqamah setiap bulan.

“Puasa Ayyamul Bidh ini disunnahkan setiap bulan selama tiga hari, tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah,” ujarnya.

Ia menerangkan, salah satu keutamaan bagi orang yang rutin melaksanakan puasa tersebut akan memperoleh pahala seperti berpuasa selama setahun penuh. Hal itu karena satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh pahala.

Keterangan tersebut, lanjutnya, sebagaimana dijelaskan Syech Izzuddin bin Abdissalam dalam kitab Maqashidus Shoum yang berlandaskan hadis Nabi Muhammad SAW dan ayat Al-Qur’an:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من صام من كل شهر ثلاثة أيام فذلك صيام الدهر. فأنزل الله تصديق ذلك في كتابه (من جاء بالحسنة فله عشر أمثالها)، اليوم بعشرة أيام. أخرجه الترمذي وابن ماجه

‘Orang yang berpuasa tiga hari (Ayyamul Bidh) dalam setiap bulan, maka pahalanya seperti berpuasa setahun penuh. (Kemudian Allah menurunkan ayat sebagai pembenaran terhadap hal itu; 𝘉𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘱𝘶𝘭𝘶𝘩 𝘬𝘢𝘭𝘪), dengan perbandingan satu hari puasa bernilai sepuluh hari’ (HR Imam Tirmidzi dan Ibn Majah).

“Begitulah keterangan dalam kitab Maqashidus Shoum,” terangnya.

Adapun niat Puasa Ayyamul Bidh adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى


Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Editor: Taufik

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga