PEREMPUAN DI TANGAN SANG NABI
Di padang pasir yang angkuh membatu
Saat perempuan dianggap noda di masa lalu
Datanglah Nur dengan lembut menyapa
Mengangkat derajat memuliakan rupa
“Wahai Anjasyah, pelan-pelanlah.
Wahai Anjasyah, berlemah lembutlah
dengan gelas-gelas kaca (kaum perempuan)”
Begitulah Nabi bersabda
Pesan cinta untuk jiwa-jiwa berharga
Bukan untuk mematahkan, bukan pula merendahkan
Namun merawat dengan kasih dan penuh pengertian
Perempuan adalah belahan jiwa laki-laki
Diciptakan sejajar, setara dalam mengabdi
Di hadapan-Nya, tak ada beda mulia
Kecuali ketaqwaan yang tertanam dalam dada
Engkau angkat derajat ibu, isteri, dan putri
Menjadikan mereka saksi tegaknya budi pekerti
Kaca yang rapuh, Nabi jadikan permata
Dilindungi, dihargai, dimuliakan sepanjang masa
15 Pebruari 2025
TANAH MENANGIS
Di sini dulu hijau membentang
Tempat akar menyapa cacing tanah
Kini berubah jadi cakar raksasa
Mengoyak perut bumi tanpa jeda
Hutan tumbang, kayu-kayu tumbang
Bumi disayat tambang-tambang menganga
Sungai jernih berganti coklat mati
Saksi bisu rakusnya ambisi
Area pinggir pantai dulunya indah
Kini berantakan tak beraturan
Membentuk baris-baris tambak
Menyisakan bau amis menyengat
Tanah-tanah subur kini merana
Tergusur beton bangunan raksasa
Burung-burung terusir entah kemana
Bencana sosial-ekologis merajalela tak tertahan
Adakah hati masih tersisa
Di balik deru mesin-mesin penghancur tanah
Ataukah kita sedang menunggu bumi mati
Lalu membeli udara dengan harga tinggi?
22 Oktober 2021
Zainul Hasan adalah sekretaris PCNU Sumenenep masa khidmat 2020-2025.

