Batuan, NU Online Sumenep
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menerima kunjungan Sekretaris Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Nur Faizin, bersama jajaran Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Sumenep di Kantor PCNU Sumenep, Rabu (29/07/2026).
Rombongan DPC PKB Sumenep yang hadir di antaranya Ketua KH Kamalil Ersyad, Sekretaris Irwan Hayat, dan Bendahara Rasidi. Kehadiran mereka disambut langsung Ketua PCNU Sumenep KH Md. Widadi Rahim bersama jajaran pengurus harian.
Dalam sambutannya, KH Widadi Rahim menyampaikan selamat datang kepada rombongan PKB di rumah besar Nahdliyin Sumenep. Ia menegaskan bahwa kepengurusan PCNU Sumenep masa khidmat saat ini berkomitmen memperkuat khidmah dengan menghadirkan pelayanan yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Selamat datang di rumah besar Nahdliyin Sumenep. Pada periode kepengurusan ini, kami berkomitmen melayani jamaah Nahdliyin yang merupakan mayoritas masyarakat di Kabupaten Sumenep,” ujarnya.
Menurutnya, mayoritas masyarakat Sumenep merupakan warga Nahdliyin yang memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan daerah. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu bersama-sama memberikan perhatian terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Perlu disadari bersama bahwa di Sumenep yang memiliki hak pilih dan membayar pajak mayoritas adalah warga NU. Ini yang membutuhkan perhatian bersama untuk dilayani dan ditingkatkan kesejahteraannya,” tegasnya.
Ia menambahkan, berbagai program pemberdayaan umat tidak dapat dijalankan sendiri oleh PCNU. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kebutuhan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas.
“Banyak program yang perlu dikolaborasikan. Dengan bersinergi, ikhtiar kita untuk melayani masyarakat akan semakin kuat,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Nur Faizin, menyampaikan bahwa kunjungannya ke PCNU Sumenep merupakan bentuk silaturahim sekaligus penguatan hubungan antara kader PKB dan jam’iyah Nahdlatul Ulama.
“Kehadiran kami seperti seorang anak yang pulang kepada orang tuanya. Kami membutuhkan dukungan dan paemot (diingatkan) agar tidak salah jalan sehingga bisa memberikan manfaat bagi warga NU,” katanya.
Nur Faizin menilai hubungan antara NU dan PKB memiliki keterkaitan historis dan ideologis yang tidak dapat dipisahkan.
“Ada dua hal yang tidak bisa dipisahkan antara NU dan PKB. Pertama, fakta sejarah bahwa PKB dilahirkan oleh PBNU. Kedua, fakta ideologi bahwa PKB dan NU memiliki nilai perjuangan yang sama,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan pesan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar kepada seluruh kader PKB agar terus mengabdikan diri kepada NU tanpa mencampuri urusan internal organisasi.
“Pesan Ketua Umum PKB jelas, kita tidak perlu lagi berdebat apakah PKB anak kandung NU atau bukan. Faktanya memang demikian. Karena itu, kader PKB wajib mengabdikan diri kepada NU di setiap levelnya, namun tidak boleh ikut campur dalam urusan rumah tangga NU,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Nur Faizin juga menyerahkan bantuan senilai Rp500 juta untuk mendukung pembangunan musala di lingkungan Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat sarana ibadah dan menunjang berbagai aktivitas keagamaan serta pelayanan kepada warga Nahdliyin di lingkungan PCNU Sumenep.

