Image Slider

Merajut Mimpi di Sela Daun-Daun Emas: Harapan Petani pada Kebijakan yang Berkeadilan

Oleh: Moh Riski Kohar
Di balik setiap helai daun tembakau yang mengering di bawah terik matahari, tersimpan kisah panjang tentang perjuangan, ketekunan, dan harapan. Bagi jutaan petani di berbagai pelosok negeri, tembakau bukan sekadar tanaman komoditas yang diperjualbelikan di pasar. Ia adalah sumber kehidupan, penopang ekonomi keluarga, sekaligus jalan yang mereka tempuh untuk menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak mereka.

Karena itu, setiap kebijakan yang menyangkut tata niaga dan regulasi tembakau tidak hanya berdampak pada angka-angka ekonomi nasional, tetapi juga menyentuh langsung kehidupan masyarakat akar rumput yang menggantungkan hidup pada sektor ini.

Bagi sebagian kalangan, tembakau sering kali dipandang hanya dari sudut pandang industri atau kesehatan publik. Namun di balik perdebatan tersebut, terdapat realitas sosial yang tidak dapat diabaikan. Di desa-desa sentra tembakau, tanaman ini telah menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Dari hasil panennya, para petani mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, membangun rumah sederhana, membiayai pendidikan anak-anak, hingga menggerakkan roda perekonomian lokal. Tembakau tidak hanya menghidupi petani, tetapi juga melibatkan buruh tani, pekerja pengeringan, pedagang, hingga pelaku usaha kecil yang bergantung pada rantai ekonomi yang sama.

Di sela-sela aroma khas daun tembakau yang sedang dijemur, tersimpan mimpi-mimpi besar yang dirajut dengan penuh kesabaran. Para orang tua berharap anak-anak mereka dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dan memperoleh kehidupan yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Biaya sekolah, uang kuliah, buku pelajaran, seragam, hingga kebutuhan penunjang pendidikan lainnya sering kali bersumber dari hasil panen yang mereka peroleh setahun sekali.

Oleh sebab itu, ketika para petani berbicara tentang harga tembakau, sesungguhnya yang sedang mereka bicarakan bukan hanya nilai jual sebuah komoditas, melainkan masa depan keluarga mereka.

Namun perjalanan untuk mewujudkan harapan tersebut bukanlah perkara mudah. Menanam tembakau membutuhkan kerja keras, kesabaran, serta ketahanan fisik yang luar biasa. Sejak musim tanam dimulai, para petani harus bergelut dengan tanah, cuaca, dan berbagai risiko yang sulit diprediksi.

Mereka bekerja dari pagi hingga sore hari di bawah terik matahari yang menyengat, merawat tanaman dengan penuh ketelitian agar menghasilkan kualitas daun terbaik. Belum lagi ancaman gagal panen akibat perubahan iklim, serangan hama, atau fluktuasi harga pasar yang sering kali berada di luar kendali mereka.

Ironisnya, setelah seluruh tenaga dan biaya dikeluarkan selama berbulan-bulan, para petani masih harus menghadapi ketidakpastian harga ketika masa panen tiba. Tidak jarang harga tembakau mengalami penurunan drastis akibat ketidakseimbangan pasar atau lemahnya posisi tawar petani. Situasi ini menimbulkan keresahan yang berkepanjangan karena hasil panen yang semestinya menjadi sumber kesejahteraan justru terkadang tidak mampu menutupi biaya produksi yang telah dikeluarkan.

Dalam konteks inilah kehadiran negara menjadi sangat penting. Pemerintah tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai pelindung bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap gejolak ekonomi. Kebijakan yang berpihak pada keberlangsungan hidup petani tembakau diperlukan agar mereka memperoleh kepastian usaha dan perlindungan yang memadai. Stabilitas harga, transparansi tata niaga, akses terhadap pembiayaan, pendampingan teknologi pertanian, serta perlindungan dari praktik-praktik perdagangan yang merugikan merupakan bentuk nyata kehadiran negara yang sangat dinantikan.

Lebih dari itu, pendekatan kebijakan terhadap tembakau hendaknya tidak semata-mata berorientasi pada aspek fiskal atau industri, melainkan juga mempertimbangkan dimensi sosial dan kemanusiaan. Di balik setiap kebijakan yang disusun di ruang-ruang perkantoran, terdapat jutaan keluarga yang menunggu kepastian akan masa depan mereka. Sebab bagi petani, regulasi bukanlah sekadar dokumen administratif, melainkan faktor yang dapat menentukan apakah anak mereka tetap dapat melanjutkan sekolah atau tidak, apakah kebutuhan keluarga dapat terpenuhi atau justru semakin berat.

Penting pula untuk menyadari bahwa pembangunan yang berkeadilan tidak berarti mengabaikan kepentingan sektor lain, melainkan memastikan bahwa setiap kelompok masyarakat memperoleh perlindungan dan kesempatan yang layak. Petani tembakau sebagai bagian dari warga negara berhak mendapatkan perhatian yang proporsional atas kontribusi yang telah mereka berikan terhadap perekonomian nasional.

Selama ini, sektor pertembakauan telah menciptakan lapangan kerja bagi jutaan orang dan menjadi sumber penerimaan negara yang tidak sedikit. Oleh karena itu, keberlanjutan ekosistem tembakau perlu dikelola secara bijaksana agar manfaat ekonominya tetap dapat dirasakan oleh masyarakat yang bergantung padanya.

Pada akhirnya, selembar daun tembakau bukanlah sekadar komoditas pertanian ataupun angka dalam statistik ekonomi. Di balik setiap lembar yang mengering di bawah sinar matahari, terdapat keringat para petani, doa para orang tua, dan cita-cita anak-anak yang ingin mengubah nasib melalui pendidikan. Menjaga keberlangsungan hidup petani tembakau berarti menjaga harapan jutaan keluarga Indonesia untuk memperoleh kehidupan yang lebih sejahtera.

Sudah sepatutnya negara hadir sebagai payung yang menaungi mereka. Kebijakan yang adil, berpihak, dan berkelanjutan akan menjadi jembatan antara kerja keras petani dengan kesejahteraan yang mereka impikan. Dengan demikian, mimpi-mimpi yang dirajut di sela-sela daun tembakau tidak akan layu sebelum berkembang, melainkan tumbuh menjadi masa depan yang lebih cerah bagi generasi yang akan datang.

*) Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Universitas Annuqayah Sumenep

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga