Image Slider

Fordaf NU Sumenep Gelar Tadabbur Alam, Dalami Keteladanan Sayyidatina Khadijah

ADVERTISIMENT

Kota, NU Online Sumenep

Forum Da’iyah Fatayat (Fordaf) Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Sumenep menggelar kegiatan Tadabbur Alam yang dikemas dengan kajian Kitab Al-Busyro, Ahad (9/8/2026). Kegiatan yang membahas biografi Sayyidatina Khadijah tersebut berlangsung di Pendopo Masjid Jamik Sumenep.

Kitab Al-Busyro merupakan karya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani yang mengisahkan perjalanan hidup dan keteladanan Sayyidatina Khadijah. Kajian tersebut diampu langsung oleh Nyai Hj. Choirunnisa’.

Ketua Fordaf PC Fatayat NU Sumenep, Nyai Hj. Lailatul Faizah, mengatakan kegiatan Tadabbur Alam tersebut merupakan agenda yang telah dilaksanakan untuk ketiga kalinya. Sebelumnya, kegiatan serupa digelar di Pantai Lombang dan Pendopo Asta Tinggi.

“Kegiatan Tadabbur Alam ini akan kami laksanakan sampai kitab Al-Busyro selesai atau khatam,” ungkapnya.

Menurutnya, pembacaan dan pengkajian kisah Sayyidatina Khadijah penting bagi kader perempuan Fatayat NU karena mengandung banyak keteladanan, khususnya dalam hal pengabdian kepada keluarga, agama, dan perjuangan dakwah.

“Belajar tentang kisah Sayyidatina Khadijah itu penting bagi kita sebagai perempuan. Bagaimana kita meneladani pengabdian atau khidmah Sayyidatina Khadijah yang luar biasa bagi keluarga dan kepentingan agama,” jelasnya.

Ia kemudian mengaitkan keteladanan tersebut dengan kiprah perempuan dalam organisasi Fatayat NU. Menurutnya, khidmah di organisasi merupakan bentuk pengabdian yang membutuhkan keikhlasan dan kesediaan untuk berkorban demi keberlangsungan organisasi serta kemanfaatan yang lebih luas.

“Di sini bisa kita kaitkan bagaimana kita berkhidmat di Fatayat NU. Pengabdian yang akan berbuah barakah bukan harta. Malah sebaliknya, kita yang berkorban sebagai bentuk merawat kekuatan organisasi dengan penuh ikhlas demi menebarkan kebermanfaatan kepada umat,” tuturnya.

Kegiatan tersebut diikuti tiga orang perwakilan dari setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kabupaten Sumenep. Peserta mengikuti kajian dengan suasana yang dikemas berbeda dari kegiatan pembelajaran pada umumnya melalui konsep tadabbur alam.

Ketua PC Fatayat NU Sumenep, Nyai Hj. Dina Kamilia, turut mengapresiasi kegiatan yang digagas Fordaf tersebut. Menurutnya, khidmah di Fatayat NU tidak semata-mata berkaitan dengan keuntungan material, melainkan merupakan bentuk pengabdian yang diharapkan mendatangkan keberkahan.

“Khidmah kita yang tulus di Fatayat NU akan berbuah barokah. Jadi, kiprah kita di Fatayat NU bukan suatu pekerjaan yang kemudian akan menghasilkan keuntungan secara material, tetapi kita sedang berkhidmat yang konsekuensinya adalah barokah,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap Fordaf PC Fatayat NU Sumenep yang dinilai konsisten menebarkan ilmu melalui berbagai program, baik secara daring maupun luring sembari berharap agar kegiatan-kegiatan keilmuan yang digagas Fordaf dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi kader Fatayat NU sekaligus memperkuat kapasitas para da’iyah dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.

Kajian Kitab Al-Busyro tersebut merupakan pertemuan ketiga dalam rangkaian Tadabbur Alam Fordaf PC Fatayat NU Sumenep. Fordaf berkomitmen melanjutkan kegiatan tersebut hingga seluruh isi kitab selesai dikaji.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga