Gayam, NU Online Sumenep
Ketua Lembaga Dakwah PCNU Sumenep KH Ali Tsabit Habibi mengajak Nahdliyin untuk terus merawat Nahdlatul Ulama (NU) sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan Indonesia. Ia menyebut, bahwa kemerdekaan Indonesia dapat diraih berkat peran besar muassis NU.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gayam bersama badan otonom (Banom), PRNU Nyamplong, dan MDT Nurul Islam Al-Manshuri, Kamis (24/9/2026).
Dalam tausiyahnya, KH Ali Tsabit Habibi menyampaikan kisah terkait penetapan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ia menuturkan, Presiden Soekarno pernah meminta pertimbangan kepada Hadaratus Syekh KH Hasyim Asy’ari mengenai waktu yang tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Menurutnya, setelah melalui istikharah, KH Hasyim Asy’ari menyarankan tanggal 17 Agustus 1945 yang bertepatan dengan 9 Ramadhan 1364 Hijriah.
“Angka 17 merupakan filosofi dari jumlah rakaat dalam shalat lima waktu, yakni 17 rakaat,” katanya.
Ia kemudian mengajak seluruh Nahdliyin untuk terus menjaga keberadaan dan peran NU dalam kehidupan kebangsaan. Menurutnya, NU memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan Indonesia.
“Selama NU masih ada, maka Indonesia akan tetap ada,” tegasnya.
Lebih dari itu, Pengasuh Pondok Pesantren Mahasinul Akhlak, Desa Ketawang Larangan, Kecamatan Ganding itu menekankan pentingnya mengamalkan tiga hal yang ia sebut sebagai 3S, yakni shalat, shadaqah, dan shalawat.
Ia mengibaratkan shalat sebagai kepala bagi manusia. Sebagaimana manusia tidak dapat hidup tanpa kepala, menurutnya, seorang Muslim juga harus menjaga shalat sebagai bagian penting dalam kehidupan.
“Shalat itu bagaikan kepala. Manusia tanpa kepala pasti mati. Begitu juga manusia tanpa shalat, dikhawatirkan meninggal dalam keadaan kafir,” pungkasnya.

