Image Slider

Rapat Pemantapan Program LDNU, Wakil Rais PCNU Sumenep Tekankan Strategisnya Peran Dakwah di Tengah Masyarakat

Batuan, NU Online Sumenep

Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep menggelar rapat pemantapan program dan musyawarah teknis. Kegiatan dalam rangka memperkuat konsolidasi kelembagaan ini dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Muqri, Prenduan, Sumenep, pada Kamis (5/11/2026).

Ketua LDNU Sumenep, KH Ali Tsabit Habibi, dalam sambutannya menekankan pentingnya soliditas, kekompakan, dan keaktifan jajaran pengurus. Menurutnya, keberhasilan program lembaga tidak cukup hanya bermodalkan perencanaan yang matang, tetapi membutuhkan keterlibatan nyata dari seluruh elemen pengurus untuk mengawal setiap tahapan pelaksanaannya.

“Amanah organisasi ini adalah tanggung jawab bersama. Kita harus memastikan agar berbagai program yang telah dirancang tidak berhenti pada tataran agenda, tetapi benar-benar terlaksana dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Kiai Ali Tsabit di hadapan pengurus yang hadir.

Arahan penguatan juga disampaikan oleh Wakil Rais PCNU Sumenep, KH Zainurrahman Hammam. Kiai yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muqri Prenduan tersebut mengingatkan posisi strategis LDNU sebagai salah satu ujung tombak NU dan corong organisasi dalam mendeseminasikan nilai-nilai, ajaran, dan misi dakwah Nahdlatul Ulama di tengah umat.

“Oleh karena itu, LDNU semestinya mampu tampil di barisan depan, progresif, dan aktif melalui berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” papar Kiai Zainurrahman.

Menurutnya, peran lembaga dakwah tidak boleh hanya terlihat dalam kegiatan yang bersifat seremonial atau internal organisasi semata. LDNU dituntut untuk mampu menghadirkan gerakan dakwah yang hidup, responsif, serta dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar para pengurus senantiasa menjaga marwah kelembagaan. Sebab, seseorang yang telah berkhidmat sebagai pengurus, secara tidak langsung turut memanggul identitas dan nama besar Nahdlatul Ulama.

“Setiap pengurus dituntut untuk senantiasa menjaga marwah organisasi, membangun citra positif, serta menunjukkan keteladanan melalui sikap dan perilaku yang baik di tengah kehidupan bermasyarakat. Kita tidak bisa bertingkah seenaknya dengan berkilah ‘atas nama pribadi’ sebagai alasan bahwa yang kita lakukan tidak merusak NU”, imbuhnya.

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga