Saronggi, NU Online Sumenep
Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Sumenep terus memperkuat kaderisasi dan konsolidasi organisasi melalui pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Saronggi. Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tersebut berlangsung di Aula MWCNU Saronggi, Ahad (25/10/2026).
Pelantikan ini menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen pengabdian kader, memperkuat solidaritas perempuan muda Nahdliyin, serta mendorong peran Fatayat NU dalam menjaga tradisi keilmuan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Ketua PC Fatayat NU Sumenep, Ny. Hj. Dina Kamilia, menekankan pentingnya menjaga keikhlasan dalam berorganisasi. Menurutnya, berkhidmat di Fatayat NU merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah Swt. yang diwujudkan melalui pengabdian nyata kepada organisasi dan masyarakat.
“Kami juga ingin mengajak seluruh kader untuk meluruskan niat perjuangan serta senantiasa mengharapkan keberkahan dari para muassis Nahdlatul Ulama. Bagi kami, pengabdian organisasi tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan, tetapi juga menyangkut komitmen untuk terus berbuat baik dan memberikan manfaat bagi sesama,” pintanya.
Selain itu, Dina menyoroti pentingnya semangat woman support woman, yakni sikap saling mendukung dan menguatkan antarsesama perempuan. Solidaritas dan kolaborasi, menurutnya, perlu terus dibangun agar kader Fatayat NU tumbuh menjadi perempuan yang berdaya, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
“Kepada jajaran pengurus PAC Fatayat NU Saronggi yang baru dilantik, kami berharap agar amanah organisasi segera ditindaklanjuti melalui program kerja yang terarah dan berkelanjutan. Kami mendorong pelaksanaan Latihan Kader Dasar (LKD) sebagai salah satu prioritas untuk memperkuat kapasitas, pemahaman keorganisasian, dan komitmen kader dalam berkhidmat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PAC Fatayat NU Saronggi, Neng Fatim, menekankan pentingnya menjalankan amanah kepengurusan dengan niat tulus, kerja sama, dan komunikasi yang baik. Ia berharap seluruh pengurus dapat membangun soliditas agar roda organisasi berjalan dengan baik dan program-program yang dirancang dapat memberikan manfaat bagi kader maupun masyarakat.
Dukungan terhadap penguatan kaderisasi juga disampaikan Ketua MWCNU Saronggi, Kiai Kadarisman. Ia mengingatkan bahwa berkhidmat di Nahdlatul Ulama hendaknya menjadi sarana memperbaiki diri sekaligus melanjutkan perjuangan para muassis.
“Organisasi bukan sekadar tempat menjalankan jabatan, melainkan juga ruang pembelajaran, pengabdian, dan pembentukan karakter. Karena itu, setiap kader diharapkan dapat menjadikan amanah organisasi sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri dan memperluas manfaat bagi masyarakat,” ucapnya
Pada kesempatan yang sama, Kiai Shafi Bahar selaku penceramah mengajak para peserta untuk terus menjaga tradisi keilmuan pesantren dan menjadikan belajar sebagai proses sepanjang hayat.
“Tradisi tabayyun atau memeriksa kebenaran informasi, terutama di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, santri masa kini memiliki tanggung jawab untuk merawat tradisi pesantren dengan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan manfaat bagi sesama,” pungkasnya.

