Kota, NU Online Sumenep
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kota Sumenep menggelar Lailatul Ijtima’ yang dirangkai dengan santunan anak yatim di Ranting NU Paberasan, Ahad (23/08/2026) malam. Kegiatan yang bertepatan dengan 10 Rabiul Awal 1448 H tersebut menjadi ruang silaturahmi, penguatan nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), sekaligus kepedulian sosial kepada warga.
Kegiatan dipusatkan di pelataran Masjid Nurul Qaryah, Dusun Selosa RT 013 RW 006, Desa Paberasan, Kecamatan Kota Sumenep. Sejumlah pengurus MWCNU Kota Sumenep, pengurus lembaga, badan otonom (banom), serta simpatisan NU di wilayah Kecamatan Kota Sumenep hadir dalam kegiatan tersebut.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tawassul Fatihah yang ditujukan kepada para muassis Nahdlatul Ulama. Suasana kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Al-Barzanji, Shalawat Burdah, dan Shalawat An-Nahdliyah.
Di tengah rangkaian kegiatan, MWCNU Kota Sumenep melalui NUcare-LAZISNU menyerahkan santunan kepada 19 anak yatim. Penyaluran santunan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar NUcare-LAZISNU dalam memperkuat kepedulian sosial sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui gerakan filantropi Nahdlatul Ulama.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengajian kitab Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang diampu Katib MWCNU Kota Sumenep, KH Ahmad Sa’id Samsuri. Dalam kajiannya, Kiai Sa’id membedah Mukaddimah Qanun Al-Asasi karya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.
Ia menjelaskan sejumlah landasan teologis dan filosofis yang menjadi dasar berdirinya Nahdlatul Ulama pada 1926. Kajian tersebut juga mengulas prinsip-prinsip dasar yang menjadi pijakan warga NU dalam menjalankan kehidupan beragama dan berorganisasi.
“Mukaddimah Qanun Al-Asasi bukan hanya bagian dari sejarah berdirinya NU. Di dalamnya terdapat prinsip-prinsip yang menjadi pedoman bagi warga NU dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku dalam kehidupan beragama maupun berorganisasi,” jelas KH Ahmad Sa’id Samsuri.
Menurutnya, pemahaman terhadap dasar pemikiran para muassis NU penting untuk terus diperkuat, terutama di tengah dinamika kehidupan masyarakat dan perkembangan organisasi yang terus berubah.
Selain kajian Aswaja, kegiatan juga diisi materi keorganisasian yang disampaikan Sekretaris MWCNU Kota Sumenep, Salman A. Fariziy. Materi tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman pengurus dan anggota mengenai tata kelola organisasi serta penguatan jam’iyyah NU di tingkat ranting.

