Ganding, NU Online Sumenep
Program Fatayat Berwawasan Adidaya (Fatwa) Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Sumenep terus memperluas ruang edukasi bagi kader di tingkat bawah.
Kali ini, program Fatwa hadir dalam Pertemuan Triwulan PAC Fatayat NU Ganding bersama Pengurus Ranting (PR) dan Pengurus Anak Ranting (PAR) se-Kecamatan Ganding di Pondok Pesantren Raudlatul Iman, Gadu Barat, Ganding, Ahad (16/08/2026).
Salah satu agenda utama kegiatan tersebut adalah edukasi kesehatan reproduksi yang digelar melalui Bidang Kesehatan Lingkungan (Kesling) PC Fatayat NU Sumenep oleh Ning Liziyyannida.
Memasuki sesi utama, Ning Lizy menyampaikan materi bertajuk ‘Panduan Cerdas Menggunakan Kontrasepsi Oral (Pil KB)’. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pemahaman yang benar dan kedisiplinan dalam menggunakan kontrasepsi.
“Penggunaan pil KB harus dilakukan secara tepat dan disiplin. Salah satu hal yang paling penting adalah mengonsumsi pil sesuai jadwal yang telah ditentukan agar efektivitas kontrasepsi tetap terjaga,” jelasnya.
Ning Lizy juga menjelaskan bahwa setiap jenis kemasan pil KB memiliki aturan penggunaan yang perlu dipahami oleh penggunanya.
“Pil KB memiliki beberapa jenis kemasan. Ada yang 21 hari, ada yang 28 hari, dan ada pula mini pil yang umumnya digunakan oleh ibu menyusui. Masing-masing memiliki aturan penggunaan yang perlu diperhatikan,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Lizy juga memberikan penjelasan mengenai kondisi ketika pengguna lupa mengonsumsi pil sesuai jadwal.
“Kalau lupa minum pil, jangan langsung panik. Ada langkah-langkah yang perlu diperhatikan dan tindakan yang dilakukan bergantung pada kapan pil tersebut terlupa serta jenis pil yang digunakan,” jelasnya.
Menurutnya, pengetahuan semacam itu penting dimiliki kader agar dapat memberikan informasi yang benar kepada lingkungan sekitar.
“Kader Fatayat harus memiliki bekal pengetahuan yang cukup. Ketika ada keluarga, teman, atau masyarakat yang bertanya, kita bisa membantu memberikan informasi yang tepat dan tidak berdasarkan asumsi,” katanya.
Sesi edukasi kemudian berkembang menjadi diskusi interaktif. Para peserta tampak antusias menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai persoalan kesehatan reproduksi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah pertanyaan berkaitan dengan efek samping penggunaan kontrasepsi, penggunaan obat tertentu untuk menunda haid, hingga kontrasepsi darurat.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Ganding Nyai Hj. Jamiatus Sholehah menegaskan bahwa pengetahuan tentang kesehatan merupakan bagian penting dari penguatan kapasitas kader perempuan.
Menurutnya, pemahaman kesehatan reproduksi dapat menjadi bekal bagi kader, terutama generasi muda NU, agar mampu menjaga diri, mengambil keputusan secara bijak, sekaligus berkontribusi lebih baik bagi keluarga dan masyarakat.
“Pembekalan seperti ini penting untuk mencetak kader perempuan muda NU yang tangguh, mandiri, dan berdaya,” pungkasnya.
Editor: Moh Khoirus Shadiqin

