Lenteng, NU Online Sumenep
Kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diungkapkan melalui lisan, akan tetapi harus diwujudkan dalam perilaku dengan meneladani dan mengamalkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu disampaikan Nyai Suciana Mukhtar saat memberikan ceramah dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Jam’iyah Shalawat Asy-Syababah Mushalla Al-Muttaqin Lembung Barat, Lenteng, di halaman setempat Kamis (20/08/2026).
Di hadapan para hadirat, ia mengajak jamaah agar tidak hanya mengenang Rasulullah SAW ketika berada di majelis Maulid, akan tetapi nilai-nilai akhlak yang diajarkan Nabi harus dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Akhlak Nabi harus kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari hal-hal sederhana, bagaimana kita berbicara kepada orang tua, menghormati guru, menyayangi keluarga, menghargai tetangga, dan berbuat baik kepada sesama,” terangnya.
Karena itu, menurut Nyai Suciana, keberhasilan peringatan Maulid Nabi tidak hanya diukur dari semaraknya acara, tetapi juga dari perubahan akhlak jamaah setelah mengikuti majelis tersebut.
Nyai Suciana juga mengajak jamaah untuk semakin rajin menghadiri majelis-majelis Maulid Nabi. Menurutnya, kehadiran dalam majelis Maulid merupakan salah satu bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Semoga kita semakin rajin hadir dalam acara Maulid Nabi. Jangan sampai kita merasa berat untuk datang ke majelis yang di dalamnya nama Rasulullah SAW disebut dan shalawat dilantunkan,” pesannya.
Selain itu, majelis Maulid menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahim antarsesama jamaah. “Maulid Nabi ini menjadi sarana bagi kita untuk bertemu Nabi, sekaligus menjadi tempat untuk mempererat silaturahim dengan sesama,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nyai Suciana juga mengingatkan pentingnya menjaga adab ketika shalawat sedang dibacakan.
“Kalau shalawat sudah dibacakan, maka seseorang tidak boleh berbicara. Mari kita dengarkan dan hayati shalawat tersebut sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa majelis shalawat hendaknya menjadi tempat untuk mendekatkan hati kepada Rasulullah SAW, bukan sekadar tempat berkumpul bersama.
“Jadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk semakin memperbanyak shalawat, memperkuat silaturahim, dan menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan,” pungkasnya.
Editor: Moh Khoirus Shadiqin

