Image Slider

Puasa Ramadhan: Ibadah Spiritual yang Menyehatkan Jasmani dan Mental

Oleh: Ahmad Hosaini *)

Ternyata puasa dalam Bulan Ramadhan itu dapat menyehatkan tubuh manusia bahkan bisa sampai setahun. Kesan ini saya dapat dari sebuah penelitian yang disebutkan oleh Dewi Susanto dalam bukunya bahwa satu hari puasa dapat membersihkan tubuh dari sisa-sisa pencernaan dan racun yang tertumpuk dalam tubuh untuk sepuluh hari.

Manfaat puasa dalam satu hari bisa mengobati penyakit untuk sepuluh hari ini mungkin spiritnya ada pada firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Artinya: “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS. Al An’am: 160).

Penjelasan di atas kalau kita hitung-hitung, 1 tahun ada 360 hari kalender hijriah. Puasa Ramadhan adalah 30 hari berarti 30 hari dikalikan 10 hari, maka jadi 300 hari atau 10 bulan. Jadi, berpuasa di Bulan Ramadhan sama halnya dengan menghilangkan penyakit dalam tubuh manusia selama 300 hari.

Bagaimana untuk mencapai 360 hari atau 1 tahun?, maka Nabi menganjurkan berpuasa Syawal 6 hari setelah Ramadhan. Hadits Nabi SAW:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka dia seolah-olah berpuasa selama setahun.” (HR. Muslim).

Hitungannya 6 hari kali 10 hari, maka jadi 60 hari. Sehingga puasa Ramadhan ditambah 6 hari puasa Syawal sama dengan menghilangkan penyakit dalam tubuh manusia selama 1 tahun.

Puasa merupakan media efektif dalam membersihkan racun dalam tubuh manusia ini salah satunya karena dengan berpuasa dapat membakar lemak dalam tubuh manusia.

Hal ini karena dengan berpuasa akan memaksa tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi utama setelah glikogen habis, biasanya terjadi setelah 6-8 jam tanpa asupan makanan.

Sementara berpuasa di Indonesia atau Sumenep khususnya rata-rata ditempuh kurang lebih 14 jam atau 13 jam 42 menit kalau dihitung mulai subuh sampai maghrib.

Membakar lemak dalam tubuh manusia mungkin juga bagian dari spirit makna Ramadhan. Kata Ramadhan رمضان itu berasal dari رمض yang dalam Kamus Al-Munawwir disebutkan رمض يرمض رمضاً yaitu terik, sangat panas (Munawwir: 533).

Ibnu Manzdur dalam Lisanul Arab menyebutkan Bulan Ramadhan berasal dari kata “رمِض” yang memberikan ilustrasi “perut orang yang berpuasa menjadi panas karena haus yang hebat.”

Ada juga yang menyebutnya dinamakan Ramadhan karena bulan ini dapat membakar dosa-dosa yang dilakukan manusia.

Membersihkan racun dalam tubuh juga termasuk bagian dari membersihkan darah dalam tubuh untuk tetap sehat. Spiritnya ada dalam hadits Nabi SAW:

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ، فَضَيِّقُوا مَجَارِيَهُ بِالْجُوعِ

Artinya: “Sesungguhnya setan itu menyusup dalam aliran darah anak Adam, maka persempitlah jalan masuknya dengan lapar (puasa).” (HR. Bukhari Muslim).

Jadi, Ramadhan bukan hanya dimaknai sebatas bulan diwajibkannya melakukan puasa. Puasa dalam Bulan Ramadhan juga bukan hanya sebatas ibadah ritualitas semata yang tidak ada manfaat apapun untuk diri kita. Akan tetapi, puasa dapat menjaga kesehatan fisik, psikis, dan spiritual manusia.

Nah, dengan manfaat kesehatan untuk kita yang melaksanakan ibadah puasa, maka tentunya puasa jangan dijadikan beban. Jangan pula diasumsikan memberatkan bagi manusia. Puasa yang diwajibkan hanya 1 bulan dalam 1 tahun. Tidak untuk seluruh bulan. Akan tetapi, manfaatnya untuk satu tahun perjalanan hidup manusia di dunia ini.

Ahmad Syarifudin dalam bukunya “Puasa Menuju Sehat Fisik dan Psikis” menyebut 30 penyakit yang bisa diobati dengan puasa, yaitu, asama, batu empedu, biduran, beri-beri, bronkhitis kronis, diabetes, disentri, epilepsi, eksim, flek-flek hitam pada wajah, flu, gangguan pencernaan, ginjal, hepatitis, intelegensi berkurang, jerawat, kanker hati, kanker lambung, keracunan alkohol, (keracunan nekotin, keracunan logam berat, dan keracunan obat), kelainan peranakan, kelebihan berat badan, kolesterol tinggi, kebiasaan ngompol, kesemutan, maag, malaria, menambah berat badan, nyeri saraf, nyeri persendian, dan pendarahan otak.

Dari diskusi ini kita sudah dapat memahami bahwa puasa bukan hanya untuk menjaga kesehatan fisik semata, tapi untuk membangun kesehatan mental, psikis, dan spiritual. Di samping ayat-ayat dalam Al-Qur’an menunjukkan manfaat puasa untuk ketakwaan, ia juga sebagai perisai, benteng, dan pengendalian diri. Nabi SAW bersabda:

وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

Artinya: “Puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah, ‘Aku sedang berpuasa’.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Di sini kita dapat melihat bahwa puasa sebenarnya adalah untuk melatih kesabaran dengan pengendalian diri yang baik, kedisiplinan, dan pengendalian emosi untuk menjaga kesehatan mental kita dan juga untuk mencapai kesehatan spiritual (ketakwaan).

Namun, manfaat kesehatan fisik dalam berpuasa tidak akan didapat manakala kita hanya menunda tidak makan. Jatah makan di siang hari diganti di malam hari bahkan mungkin lebih.

Begitu juga sehat mental tidak akan kita dapat, jika kita tidak mengubah perilaku kebiasaan buruk kita dalam menyakiti orang lain baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan. Kita juga tidak akan memperoleh kesehatan spiritual manakala ibadah kita tidak meningkat dari sebelumnya. Bahkan kalau sampai menurun saat Bulan Ramadhan.

Hendaknya di Bulan Ramadhan ini kita isi dengan hal-hal yang positif yang bernilai ibadah. Tidak hanya mencegah dari makan dan minum, tapi juga melakukan kebaikan seperti memperbanyak baca Al-Qur’an, mengikuti pengajian, berperilaku sopan dan bertutur kata yang baik, tidak menyakiti orang lain dengan ucapan ataupun tindakan, membantu orang yang membutuhkan, dan lain-lain. Rasulullah SAW bersabda:

الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَالِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ

Artinya: “Surga merindukan empat golongan: orang yang membaca Al-Qur’an, menjaga lisan (ucapan), memberi makan orang lapar, dan puasa di Bulan Ramadhan.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Jika kita mampu melakukan ini semua dengan konsisten dan niat yang baik, maka surga sebagai tempat kembali kita nanti.

Jangan sampai manfaat Ramadhan hilang dalam diri kita. Maka berpuasalah dengan baik dan benar serta niat yang lurus biar seperti kata Nabi SAW:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barangsiapa berpuasa di Bulan Ramadhan karena Iman dan hanya mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kalau kita berpuasa dengan baik akan meningkatkan kesadaran spiritual kita dalam menghamba dan manfaat puasa untuk kita dapat dirasakan dengan baik. Sekali lagi, jangan sampai ada yang hilang dalam ramadhan kita.

*) Ahmad Hosaini, Wakil Sekretaris PCNU Sumenep, santri alumni PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga