Oleh: Ahmad Hosaini *)
Jumlah huruf kalimat لا اله الا الله محمد رسول الله ada 24 huruf, apa hubungannya dengan 24 jam dalam sehari semalam? Kalau dihitung perkalimat atau kata ada 7, apa hubungannya dengan 7 hari dalam seminggu?.
7 proses proses penciptaan manusia, 7 lapis langit dan bumi, thawaf 7 putaran begitu juga dengan sa’i 7 kali?. Alfatihah yang disebut dengan Ummul Qur’an juga ada 7 ayat dan yang lain-lain.
Di sepak bola misalnya lagi angka 7 dijadikan simbol keberuntungan, kehebatan dan status bintang seorang pemain. Seperti contoh misalnya ada Cristiano Ronaldo, David Beckham, Luis Suarez, Raul Gonzalez dan lain-lain.
Pemain-pemain tersebut adalah pemain bintang yang menggunakan nomor punggung 7. Kenapa angka 7 diidentikkan dengan angka keramat? Kenapa tidak 8 misalnya, atau 6, atau 10 atau seratus?
Angka 24 dalam Kalimat Tauhid
Kalimat tauhid لا اله الا الله محمد رسول الله kalau dihitung perhuruf, maka ketemu 24 huruf. Rinciannya sebagai berikut:
لا اله الا الله = 12
لا = 2
اله = 3
الا = 3
الله = 4
Semuanya 12 huruf.
محمد رسول الله = 12
محمد = 4
رسول = 4
الله = 4
Semuanya 12 huruf.
Jumlah huruf kalimat tauhid tersebut sama dengan jumlah jam dalam sehari semalam yaitu 24 jam. Apa hubungannya? Apakah itu karena kebetulan? Atau hanya cocoklogi? Dalam kajian filsafat saya sepakat bahwa tidak ada yang ada di dunia ini ada secara kebetulan.
Semuanya pasti ada yang mengadakan baik itu disadari atau tidak. Bahasa “kebetulan” itu muncul karena adanya kealpaan pengetahuan kita pada sesuatu yang terjadi sebelumnya.
Contoh misalnya, ketika kita di jalan menemukan uang, maka dengan spontan biasanya kita mengatakan “Ah kebetulan saya menemukan uang ini!”.
Padahal pasti ada orang yang menjatuhkan uang tersebut sebelumnya entah itu disengaja atau tidak. Kalau demikian, berarti itu bukan kebetulan namanya.
Begitu juga dengan adanya kita dan alam semesta ini. Apakah ini ada secara kebetulan atau ada yang menciptakan? Jawabannya pasti ada yang menciptakan. Uang yang ditemukan itu ada yang menjatuhkan dan adanya alam ini pasti ada yang menciptakan.
Begitu juga dengan angka 24 huruf dalam kalimat لا اله الا الله محمد رسول الله kesesuaiannya dengan jumlah jam dalam sehari semalam yang 24 jam, itu bukan kebetulan, tapi ada makna yang tersirat di balik itu.
Sepertinya Allah SWT ingin mengingatkan kepada kita bahwa selama 24 jam setiap hari adalah kekuasaan Allah. Segala gerak gerik kita dalam jangkauan ilmu Allah.
Kita seyogyanya membiasakan diri dengan banyak berdzikir kepada Allah, minta ampunan-Nya, dan berharap ridha-Nya. Gunakan waktu sebaik mungkin dalam menghamba. Kita ada bukan tanpa tujuan.
Tujuan beribadah karena kita diciptakan mengemban visi sebagai seorang khalifah. Semakin baik ibadah yang kita lakukan, maka semakin baik pula kualitas kepemimpinan kita. 24 jam selalu bergulir dalam setiap hari dan tidak akan kembali, maka manfaatkanlah waktu sebaik mungkin untuk melakukan hal-hal yang baik.
Jangan buang waktu kita dengan percuma. Selalu ingat Allah dalam setiap waktu dan keadaan karena Allah adalah asal dan tujuan hidup kita.
Kita mengetahui kebenaran dan mengenal Allah lewat utusan-Nya yaitu Nabi Muhammad SAW. Lewat kebenaran wahyu yang tidak sembarang orang mendapatkannya. Ia diberikan pada manusia pilihan-Nya. Maka, membenarkan kerasulan Nabi Muhammad SAW adalah sebuah keniscayaan. Dia yang mengajarkan pada kita tentang bagaimana mengenal dan mencintai Allah. Tanpanya kita bukanlah siapa-siapa.
Kita harus senantiasa mengingat kekuasaan Allah dalam 24 jam berjalan agar kita terhindar dari jurang kenistaan dan tidak terjerumus pada kehinaan. Jika keluar masuknya nafas adalah kalimat الله, maka hidup kita akan berkah. Ketenangan jiwa kita raih dan kesehatan fisik kita peroleh. Jika ini terjadi, maka insyaallah surga sebagai tempat kembali kita nanti.
Di atas telah disebutkan bahwa kalimat لا اله الا الله ada 12 huruf. Di dunia ini kita disuguhkan dengan 12 bulan dalam setahun dan Allah menyebutnya dalam Al-Qur’an:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu…” (QS. At-taubah: 36).
12 bulan merupakan ketentuan Allah yang ini sama dengan jumlah kalimat لا اله الا الله. Empat bulan yang dimuliakan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, kita dilarang berbuat dosa dan maksiat.
Justru kita dianjurkan meningkatkan amal perbuatan kita karena pahala lebih besar. Allah menyebut 4 bulan ini sama dengan jumlah huruf lafdzul jalalah (الله) yang juga ada 4 huruf atau jumlah لا اله الا الله kalau dihitung perkalimat (لا، اله، الا، الله) juga ada 4.
Ketepatan hitungan ini bukan kebetulan kan? Mohon maaf, bagi saya ini bukan cocoklogi karena sekali lagi tidak ada “kebetulan” di dunia ini.
Angka 7 dalam Kalimat Tauhid
Dalam hitungan huruf ada 24 huruf, tapi kalau dalam hitungan kalimat atau kata maka ada 7 kata. Rinciannya adalah (1) لا laa, (2) اله ilaaha, (3) الا illaa, (4) الله Allah, (5), محمد Muhammad, (6), رسول Rasulun, (7) الله Allah.
لا اله الا الله = 4
محمد رسول الله= 3
Tujuh kata ini kalau dikorelasikan dengan kehidupan dunia seperti 7 hari dalam seminggu. Hal ini sebagaimana yang disebutkan oleh hadits Nabi penciptaan hari dalam seminggu secara terperinci:
خَلَقَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ التُّرْبَةَ يَوْمَ السَّبْتِ، وَخَلَقَ فِيهَا الْجِبَالَ يَوْمَ الْأَحَدِ، وَخَلَقَ الشَّجَرَ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ، وَخَلَقَ الْمَكْرُوهَ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ، وَخَلَقَ النُّورَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ، وَبَثَّ فِيهَا الدَّوَابَّ يَوْمَ الْخَمِيسِ، وَخَلَقَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ بَعْدَ الْعَصْرِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ، فِي آخِرِ الْخَلْقِ، فِي آخِرِ سَاعَةٍ مِنْ سَاعَاتِ الْجُمُعَةِ، فِيمَا بَيْنَ الْعَصْرِ إِلَى اللَّيْل
Artinya: “Allah ‘azza wa jalla menciptakan tanah pada hari Sabtu, menciptakan gunung hari Ahad, menciptakan pepohonan (tumbuhan) pada hari Senin, menciptakan yang dibenci (keburukan) pada hari Selasa, menciptakan cahaya pada hari Rabu, memperkembang-biakkan hewan-hewan pada hari Kamis, menciptakan Adam ‘alaihissalam setelah Ashar hari Jum’at pada akhir ciptaan, di saat akhir hari Jum’at antara Ashar sampai malam”. (HR. Muslim).
Penciptaan tujuh langit dan bumi dijelaskan oleh firman Allah SWT:
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّۗ
Artinya: “Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah.” (QS. Al-Isra: 44).
Tujuh proses penciptaan manusia di surah Al-Mu’minun 12-14 yaitu mulai dari سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍۚ (sari pati tanah), نُطْفَةً (bertemunya sperma dengan sel telur wanita), عَلَقَةً (sesuatu yang menggantung /darah),مُضْغَةً (segumpal daging), عِظٰمًا (tulang belulang), لَحْمًا (pembungkusan daging), خَلْقًا اٰخَرَۗ (janin manusia dalam bentuk sempurna).
Kemudian thawaf tujuh putaran dan sa’i tujuh kali, makan 7 kurma ajwa sebagai obat. Nabi bersabda:
مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ
Artinya: “Barangsiapa di pagi hari memakan tujuh butir kurma ajwa, maka ia tidak akan terkena racun dan sihir pada hari itu.” (HR. Bukhari Muslim).
Surah Al-fatihah yang dikenal sebagai Ummul Qur’an yaitu kandungan Al-Qur’an ada di dalamnya juga ada 7 ayat. 7 huruf Hijaiyah yang tidak ada dalam surah Al-fatihah yaitu Tsa (ث), Jim (ج), Kho (خ), Zai (ز), Syin (ش), Dzo (ظ), dan Fa (ف).
Imam Ar-Razi mengaitkannya dengan hal-hal negatif yang berhubungan dengan neraka. Maka, katanya bagi yang sering membaca surah al-Fatihah, ia akan terhindar dari tujuh pintu neraka. Firman Allah:
لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِّكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُومٌ
Artinya: “Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.” (QS. Al-Hijr: 44).
Kalimat لا اله الا الله محمد رسول الله jika dipahami dengan benar, membenarkannya dalam hati (تصديق بالقلب), dideklarasikan dengan ucapan (اقرار باللسان), dan mengimplementasikanya dengan perbuatan (وعمل بالأركان), maka ia akan jadi perisai atau benteng kita dari api neraka. Pintu neraka tertutup olehnya dan pintu surga terbuka lebar untuk kita.
Kalau kita perhatikan juga akhiran huruf hijaiyah dalam ayat surah Al-fatihah pasti diakhiri kalau tidak huruf ن pasti huruf م. Akhiran huruf ن ada 4 yaitu sesuai dengan jumlah kata لا اله الا الله yang ada 4. Huruf ن dalam surah Al-Qalam, mufassir ada yang memaknai bagian dari nama Allah walaupun mayoritas memaknai hanya Allah yang tahu. Akhiran huruf م ada 3 yang itu kembali pada محمد رسول الله yang jumlah katanya sama ada 3. Entahlah, lagi-lagi apakah ini juga kebetulan?.
Adakah hubungannya angka 7 itu dengan masuk surganya mereka yang senantiasa membaca kalimat tauhid. Apalagi nanti saat sebelum meninggal. Nabi bersabda:
مَنْ كَانَ آخِرَ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله دَخَلَ الْجَنَّةَ
Artinya: “Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga.” (HR. Abu Daud).
Jadi, kejadian di alam semesta ini yang selalu muncul angka 7 bukan 8, atau 5 atau 10 misalkan, itu bukan ada secara kebetulan kan? Maka, dengan mengetahui hakikat terdalam dari kalimat tauhid ini membuat hidup kita di dunia dan juga bekal kita menuju akhirat akan bahagia.
Kalimat Tauhid adalah kunci kita mencapai kebahagiaan, kebaikan dan keindahan yang pada akhirnya nanti menuju surga Allah.
Demikianlah kalimat tauhid yang begitu sakral dalam kehidupan manusia. Memahaminya bukan hanya sebatas makna, tapi juga tanda. Semoga dengan memahami Kalimat Tauhid ini sebagai petunjuk kita mencintai Allah dan kunci kita masuk surga. Aamiin Ya Robbal Alamin.
*) Ahmad Hosaini, Wakil Sekretaris PCNU Sumenep, santri alumni PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

