Gapura, NU Online Sumenep
Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Sumenep Bidang Kesehatan Lingkungan (Kesling) menggelar Workshop Ecobrick dan Eco Enzyme. Kegiatan tersebut digelar di Pondok Pesantren Al-Karimiyyah Tahfidz, Desa Braji, Kecamatan Gapura, Sumenep, Selasa (15/09/2026).
Workshop tersebut diikuti 118 peserta, terdiri atas perwakilan Bidang Kesling, PC Fatayat NU Sumenep, PAC Fatayat NU se- Sumenep, serta santri Al-Karimiyyah.
Ketua Panitia, Nyai Hj Liziyyannida Busyro, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran kader terhadap pentingnya menjaga lingkungan, khususnya melalui pengelolaan sampah rumah tangga.
” Kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial. Salah satunya dengan memberikan edukasi dan keterampilan pengelolaan sampah organik maupun anorganik,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kegiatan ini memiliki keterkaitan dengan momentum International Day of Clean Air for Blue Skies atau Hari Internasional Udara Bersih untuk Langit Biru yang diperingati setiap 7 September.
” PC Fatayat NU Sumenep mendorong peserta untuk menerapkan keterampilan pengelolaan sampah di lingkungan keluarga, pesantren, organisasi, dan masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Sumenep, Nyai Hj Dina Kamilia, menegaskan pentingnya peran kader perempuan sebagai pelopor gerakan lingkungan, terutama dalam mengampanyekan udara bersih dan pengelolaan sampah rumah tangga.
“Melalui gerakan lingkungan Bidang Kesling hari ini, kader-kader Fatayat dapat menjadi pelopor dalam mengampanyekan pentingnya udara bersih dengan cara mengelola sampah rumah tangga,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterampilan perempuan dalam mengelola sampah menjadi bagian dari upaya membangun masa depan yang lebih sehat dan lestari.
“Dengan tangan-tangan terampil perempuan, kita tidak hanya sedang menjaga langit tetap biru dan udara tetap bersih, tetapi juga sedang merajut masa depan yang lebih sehat, lestari, dan sejahtera untuk anak-anak kita,” katanya.
Dalam workshop tersebut, peserta memperoleh materi dan praktik pembuatan Ecobrick serta Eco enzyme. Ecobrick dibuat dengan memanfaatkan botol plastik bekas yang diisi padat menggunakan sampah plastik bersih dan kering. Sementara eco enzyme dihasilkan melalui proses fermentasi limbah organik rumah tangga, seperti kulit buah dan sisa sayuran, dengan campuran gula dan air.
Setelah penyampaian materi dan diskusi, peserta mengikuti praktik langsung yang dibagi menjadi delapan kelompok. Empat kelompok mempraktikkan pembuatan Eco enzyme, sedangkan empat kelompok lainnya membuat Ecobrick.
Perlu diketahui, rangkaian kegiatan ditutup dengan doa, foto bersama, dan makan bersama. Acara juga dimeriahkan penampilan Nasyid Annida Pesantren Al-Karimiyyah Braji yang membawakan lagu “Bapakku NU, Ibu Muslimat”.

