Image Slider

Kiai Zainurrahman Hammam: Gus Kautsar Sosok yang Tepat Jadi Inspirasi Santri Sumenep

Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH M Zainurrahman Hammam, menyebut KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau yang akrab disapa Gus Kautsar sebagai salah satu sosok yang tepat untuk menjadi inspirasi bagi kalangan santri, khususnya generasi muda di Kabupaten Sumenep.

Gus Kautsar dijadwalkan mengisi rangkaian peringatan Hari Santri bertajuk Santri Bersholawat yang akan digelar di Labang Mesem, Keraton Sumenep, pada Selasa, 6 Agustus 2026 medatang.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muqri Sumenep tersebut, Gus Kautsar tidak hanya dikenal sebagai dai, tetapi juga merupakan kiai pesantren yang memiliki perhatian besar terhadap tradisi keilmuan pesantren. Kesibukannya berdakwah di tengah masyarakat disebut tidak mengurangi kewajibannya dalam mengajar dan mendalami ilmu di pesantren.

“Bagi sebagian orang mungkin Gus Kautsar dianggap sebagai Dai. Tapi dalam pandangan saya, beliau tetap kiai pesantren, gus pesantren, yang oleh Allah dianugerahi kesempatan untuk berbagi waktu. Selain kewajiban beliau di pondok, beliau juga mendapat kesempatan untuk berbagi waktu dengan masyarakat umum,” ujarnya.

Ia menilai, putra KH Nurul Huda Djazuli, Pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, itu memiliki karakter penyampaian yang dekat dengan kalangan anak muda. Hal tersebut terlihat dari jamaah yang mengikuti majelisnya, yang menurut pengamatannya didominasi generasi muda, mulai usia sekitar 20 hingga 40 tahun.

“Saya sendiri alhamdulillah selama ini rutin hadir ke majelis beliau di Teras Gubuk. Dari pengamatan saya, jamaahnya rata-rata usia muda, sekitar 20 sampai 40 tahun. Beliau itu sosok yang inspiratif dan gaya penyampaian beliau cocok untuk anak muda,” katanya.

Selain kemampuan dalam menyampaikan kajian kepada masyarakat, Gus Kautsar juga dinilai memiliki ketekunan dalam menjalankan tradisi keilmuan pesantren. Di tengah aktivitasnya mengajar dan berdakwah, ia tetap meluangkan waktu untuk melakukan mutalaah dan memperdalam khazanah keislaman.

“Untuk ukuran seorang kiai yang masih muda, jam mengaji beliau luar biasa. Kegiatan sehari-hari beliau mengajar di pondok Ploso, kemudian mutalaahnya juga kuat sampai berjam-jam,” tuturnya.

Menurutnya, keteladanan tersebut penting untuk diperkenalkan kepada generasi muda, terutama santri di Kabupaten Sumenep. Kehadiran Gus Kautsar dalam kegiatan Santri Bersholawat diharapkan tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga dapat menumbuhkan semangat generasi muda untuk terus belajar dan mendalami ilmu agama.

“Hal-hal tersebut yang kami harapkan bisa menginspirasi kaum muda, terutama kaum santri di Sumenep, untuk semangat terus mengaji, semangat terus mutalaah, dan semangat terus menjaga tradisi kitab-kitab turats di pesantren,” pungkasnya.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga