Pragaan, NU Online Sumenep
Demi menggerakkan roda organisasi secara proporsional dan mencitrakan kejernihan dalam berjamaah. Kontrol Syuriyah menjadi sesuatu yang sangat vital.
Penegasan ini disampaikan oleh Kiai Abd Warits Anwar dalam rapat konsolidasi pengurus harian Mejelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Huda, Desa Pakamban Laok, Selasa (19/1/2021).
Wakil Rais MWCNU Pragaan berharap kepada jajaran pengurus harus menjaga ritme dan kondusifitas lembaga dan Ranting NU.
“Jika lembaga dan Ranting NU ada kemacetan dalam saluran fungsionalitas struktur, maka dirapat ini harus dicarikan jalan solusi yang terbaik demi tegaknya Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah di Kecamatan Pragaan,” pintanya saat memberikan pengarahan.
Selanjutnya, acara rapat dipimpin oleh Kiai Ach Subairi Karim. Yang mana beliau memulainya dengan menyampaikan laporan tentang perkembangan lembaga yang ia bina.
Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menegaskan bahwa NU Care – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadakah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) telah melakukan bedah rumah ibu Maswa di Dusun Rembang, Desa Pragaan Daya. Yang mana saat ini sudah mencapai 80%.
“Dengan mengucapkan rasa syukur, malam ini rumah tersebut bisa ditempati, bahkan barusan telah menggelar syukuran atau selamatan,” jelasnya dengan suara yang kurang sehat.
Wakil Ketua MWCNU Pragaan tersebut menyampaikan pesan ibu Maswa bahwa beliau berkali-kali mengucapkan terimakasih kepada NU yang sangat peduli kepada rakyat kecil.
Kesuksesan ini berkat sinergitas antara lembaga dan seluruh Badan Otonom (Banom) NU yang kompak setiap hari membantu kinerja tukang dan dapur.
“Setiap hari mereka hadir ke lokasi, bahkan menyumbang bahan-bahan logistik demi meringankan beban ibu yang tegar merawat ketiga cucunya,” curahnya.
Menurut alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut, NU saat ini sangat harum di Kecamatan Pragaan, bahkan beritanya hangat diperbincangkan oleh PCNU di wilayah Madura.
“Terimakasih Lembaga Ta’lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) yang dari awal hingga sekarang masih istikamah meliput kegiatan Lazisnu Pragaan,” ujarnya seraya mendoakan kinerja tim reporter di lapangan.
Dirinya berharap agar kegiatan ini akan berlanjut yang ketiga kalinya. Oleh karenanya, Lazisnu harus mendata lokasi yang akan dibedah dan memassifkan penggalangan dana ke berbagai donatur dan relawan.
“Sebentar lagi posisi kami akan digantikan oleh Ustadz Abd Kadir. Kami berharap kepada calon Wakil Ketua untuk mendampingi lembaga dan Ranting NU binaan kami,” pintanya penuh harap.
Selain itu, Kiai yang saat ini menjabat sebagai Redaktur Ahli di pcnusumenep.or.id melaporkan bahwa minggu lalu, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) melakukan perbaikan kamar mandi, atap dan genting Klinik NU.
“Carilah jalan keluar, agar Klinik NU yang satu-satunya ada di Kabupaten Sumenep bisa melayani pasien yang berBPJS,” harapnya.
Pada saat yang sama, Kiai Imam Sutaji juga menyampaikan laporannya bahwa Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) sedang mempersiapkan acara tahunan. Yakni Hari Lahir (Harlah) NU dan Pekan Rajabiyah.
Ketua LDNU Sumenep tersebut menampilkan bahwa struktur kepanitiaan sudah rampung 100%, bahkan rentetan acara sudah tersusun rapi. Di momen tahunan ini, panitia juga melibatkan lembaga dan Banom NU untuk ikut serta dalam kepanitian.
“Sebelum masuk ke opening ceremony, panitia sepakat untuk menggelar Pra-Acara. Yang mana Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) menyatakan siap untuk menggelar kajian Fosfat,” ujarnya. Narasumber dari aktivis lingkungan hidup dan tokoh NU, imbuhnya.
Sedangkan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) berencana untuk melakukan studi banding ke PCNU Sidoarjo.
“Kami sudah menghubungi pengurus di Sidoarjo dan beliau mengamininya,” ungkap Kiai nyentrik yang masih menjabat sebagai Wakil Ketua MWCNU Pragaan.
Di kesempatan yang berbeda, KH Asy’ari Khatib mengatakan bahwa acara bulanan Lakpesdam NU sudah bisa berjalan lagi setelah fakum setelah pesat demokrasi tahunan atau Pilkada.
Wakil Ketua MWCNU Pragaan mengapresiasi Lakpesdam NU yang kemarin telah melaksanakan kajian Qanun Asasi dan ikut serta memeriahkan Pekan Rajabiyah.
Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut mengutarakan bahwa dirinya menunda kegiatan safari shalawat yang akan dilakukan secara anjangsana di setiap masjid.
“Berhubung tempatnya di masjid atau mushalla, maka kami masih menunggu restu dari Syuriyah atas hukum tersebut,” dawuhnya sambil melontarkan senyum.
Di akhir laporan, KH Asnawi Sulaiman melaporkan bahwa Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) programnya berjalan dengan baik. Seperti Swalayan NU dan Baitul Maal wa Tamwil Nahdlatul Ulama (BMT NU).
Wakil Ketua MWCNU Pragaan tersebut mengapresiasi BMT NU yang selalu mengawal kegiatan bedah rumah dhuafa.
“Saat ini BMT NU masih sibuk mempersiapkan RAT dan memperbanyak nasabah. Yang mana target saat ini memperbanyak donatur tetap yang uangnya disimpan ke BMT,” pujinya.
Ketua Jamiyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQH NU) Sumenep melaporkan bahwa Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) telah membeli pupuk non subsidi 1 ton yang nantinya akan tularkan ke Ranting NU.
“Oleh karena itu, kami berharap kepada Kiai Dardiri selaku pengganti kami untuk melakukan pendampingan,” harapnya.
Sebelum acara dimulai, Kiai Syawali Tamam membuka acara dengan memimpin tahlil dan doa.
Pewarta: Firdausi
Editor: Abd Warits

