Gapura, NU Online Sumenep
Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Grujugan Gapura Sumenep melaksanakan pelatihan tajhiz jenazah pada Selasa pagi (16/03/2021) di Madrasah Diniyah Mathla’un Nur, Dusun Karang Mimba Grujugan, Gapura, Sumenep.
Pemateri pada kesempatan tersebut mendatangkan langsung ketua PC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sumenep, kiai Qumri Rahman.
Asrawi Ketua Pimpinan Ranting GP Ansor desa Grujugan mengatakan bahwa latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini adalah kurangnya perhatian dan mengetahui cara merawat jenazah di kalangan pemuda meski teman teman Ansor selama ini sudah berpartisipasi dengan memberikan doa di pemakaman.
Karenanya, dirinya mendorong untuk melaksanakan pelatihan pada kesempatan tersebut. “Karena yang menangani hanya orang orang tertentu,” ungkapnya.
Sementara itu, Abd. Raqib, Perwakilan dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gapura mengapresiasi kegiatan ranting Ansor ini. Dirinya akan menyampaikan kepada seluruh ranting Ansor agar bisa meniru untuk melaksanakan kegiatan mendasar di tengah tengah masyarakat.
“Diupayakan mengingat mati karena akan selalu berusaha untuk berbuat dalam kebaikan. Berbuatlah untuk perbuatan akhirat seakan akan mau mati besok dan berbuatlah dengan perbuatan dunia seakan hidup selamanya,”ungkap kiai Qumri.
“Tidak boleh berlama lama menjenguk orang sakit kecuali orang tersebut memang diharapkan oleh orang yang sakit, dan menyenangkan kepadanya,” ungkap Alumni PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo tersebut.
Alumni PP. Sidogiri tersebut juga menjelaskan dengan detail proses sebelum meninggal dunia, saat meninggal dunia, tanda-tandanya hingga sampai ke pemakaman.
“Tanda tanda orang akan meninggalkan dunia salah satunya yaitu telapak kakinya tampak lemas, pelipisnya tampak cekung,” pungkasnya.
Kegiatan ini tidak hanya menyajikan tentang teori dan tatacara dalam mengawal mayyit hingga ke pemakaman tetapi juga diselingi dengan video vidoe aplikatif yang sangat bermanfaat bagi hadirin.
Pewarta : Abdul Warits
Editor : Ibnu Abbas

