Pondok Pesantren Al-Munawarah, Sumber Tombet Timur sungai, berada di Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep. Awal Mula berdirinya yaitu ketika almarhum KH Munawar selesai Menuntut Ilmu di Mekkatul Mukarromah dan membuat Langghâr Kasampih (mushalla Kesambi) di awal Tahun 1935 M. Lalu masyarakat sekitar banyak menuntut Ilmu agama mulai dari ajian Qur’an dan Kitab-Kitab dasar Seperti Ta’līm al-Muta’allim dan Sullam at-Taufīq.
Pada mulanya pesantren ini hanya menampung anak sekitar untuk menuntut ilmu agama yang menggunakan metode pengajaran klasik (metode sorogan dan bandongan). Namun, seiring dengan bertambahnya kepercayaan masyarakat maka banyak santri yang berdatangan dari berbagai desa di kecamatan Batuputih dan dari pinggiran desa di Batuputih seperti desa Gadding yang secara adminstratif masuk kawasan Kecamatan Manding.
Pada generasi kedua pendidikan tidak hanya terfokus di Musholla akan tetapi sudah mulai merambah ke diniyah, saat itu karena belum memiliki berbagai fasilitas, maka sekolah terbatas hanya menempati teras rumah pengasuh, mushalla, dan masjid, pada generasi ketiga lalu mulai bertambah sekolah formal. Walau dibukanya pendidikan formal, pesantren ini tetap memepertahankan pembelajaran ajian Kitab yang menjadi warisan dari para leluhur atau muassis Pondok pesantren Al-Munawarah.
Pergantian Pengasuh Pasca Wafatya Kiai Munawar
Pada Tahun 1950 M, Kiai Munawar Wafat, putra beliau KH. Zain Munawar, melanjutkan amanah kepengasuhan. Di masanya, nama pesantren diresmikan dengan nama Pondok Pesantren Al-Munawarah. Pada Tahun 1953 Saat kepemimpinan beliau, jumlah santri makin banyak. Secara umum masyarakat meneyebut dengan Ponduk Temor Songai sombher tombet di area Komplek Ini banyak pondok pesantren yang dipercaya oleh masyarakat untuk dititipi santri, seperti PP. Al- Hadi yang didirikan Oleh KH. Abdul Hadi, PP. Karang Asam Yang didirikan Oleh KH. Nawawi Imam dan PP. Darul Hikmah Yang didirikan Oleh K. Muktafin Aziz, dari beberapa Pondok yang ada di lingkungan Timur sungai Sumber tombet menyepakati sekolah formal tetap disatukan hanya kegiatan pondok pesantren yang berbeda-beda sesuai aturan pengasuh masing-masing , sehingga pada tahun 1990 didirikan Raudhatul Athfal Al-Munawarah (Setingkat TK) dan Pada Tahun 1993 atas inisiatif pengasuh dan masyarakat maka didirakan sekolah formal pada jenjang pendidikan dasar, dimulai dari Madrasah Ibtidaiyah Al-Munawarah (setingkat SD), lima tahun dari berdirinya MI lingkungan mulai resah karena selepas lulus, anak-anak tidak bisa melanjutkan, sehingga didirikanlah Madrasah Tsanawiyah Al-Munawarah (setara SMP) pada 1997, seiring berbagai dinamika dan sadarnya lingkungan tentang pendidikan maka pada tanggal 07 Juni 2008 Madrasah Aliyah Al-Munawarah didirikan.
Selanjutnya, pada akhir tahun 1990-an, KH. Zain Munawar wafat dan titah kepengasuhan digantikan oleh putra beliau Untuk Al-Munawarah I di bawah Asuhan KH. Miftahol Arifin Zain dan Al-Munawarah II di bawah Asuhan KH. Moh. Ashim Zain, secara Adminstratif Pondok Pesantren dibawah naungan yayasan Al-Munawarah Musthtafin, yayasan tersebut menaungi Pondok Pesantren, Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibttidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) AL-Munawarah.
yayasan Al-Munawarah Musthtafin secara Umum mengelola santri baik yang menetap dan warga sekitar kurang lebih 300 orang sampai saat ini mulai dari tinggal RA hingga Madrasah Aliyah, Ikatan Alumni Muhibbin Al- Munawarah (IKAMAWAR) membuatan berbagai kompolan di daerah masing masing ada yang diformat tadarus Al-Qur’an, ajian kitab, atau tahlilan, yasinan dan diba’an yang dihadiri oleh pengasuh pesantren guna mempererat tali Silaturrahim guru dengan murid dan hal ini bagian dari melestarikan budaya warisan dari para Muassis Al-Munawarah.
*) Sumber sejarah dari Pengasuh Al-Munawarah Sumber Tombet Batuputih Kenek oleh Kontributor NU Online Sumenep; Mahrus Miftah.

