Image Slider

Demokratis, IPNU-IPPNU dan OSIS Nasy’atul Muta’allimin Gapura Gelar Debat Kandidat Pemilihan Ketua

Gapura, NU Online Sumenep

Debat Kandidat Ketua dan Wakil Ketua Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Madrasah Aliyah Nasy’atul Muta’allimin Gapura sukses digelar dalam rangka menyambut pesta demokrasi siswa, pada Selasa lalu (30/3/2021).

Diwaktu yang bersamaan, juga digelar debat kandidat untuk para Calon Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MA Nasy’atul Muta’allimin Gapura. Hal ini dilakukan sebagai wujud sinergi antara IPNU-IPPNU sebagai organisasi pelajar NU, dengan OSIS yang sejak awal memang dibentuk untuk mewadahi aktivitas belajar siswa di luar kurikulum.

Berikut ini nama-nama kandidat Calon Ketua PK IPPNU dan OSIS Madrasah Nasy’atul Muta’allimin Gapura, nomor urut satu Lyakalila Ghitrifiyah sebagai Calon Ketua dan Siti Nor Aida Calon Wakil Ketua. Nomor urut dua Dewi Nursanti dan Safrina Musdalifa. Sementara Kandidat Calon Ketua OSIS, nomor urut satu Kamilatul Jannah dan Layyinatun Nashiha. Nomor urut dua Aimmatun Nisa Salsabila dan Ferda Heflatul Kamilah. Serts nomor urut tiga Indah Nurlailatus Syahadatina dan Silmi Qatalin Nasili.

Kiai Suyuthi, Kepala Madrasah Aliyah Nasy’atul Muta’allimin Gapura berpesan kepada seluruh anak didiknya bahwa menjadi pengurus organisasi itu sebagai bagian dari belajar. Untuk bekal ketika sudah hidup di tengah-tengah masyarakat.

“Tumbuhkan semangat dan kreativitas, untuk meningkatkan progresivitas organisasi ke depannya. Baik yang terpilih atau tidak terpilih nantinya harus tetap saling mendukung satu sama lain,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Kiai yang juga Katib Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gapura itu menambahkan bahwa memajukan organisasi IPNU-IPPNU dan OSIS adalah sebagai wujud dedikasi dan kontribusi kepada Madrasah Aliyah Nasy’atul Muta’allimin Gapura. Menurutnya hal itu bisa dilakukan dengan realisasi program kerja dengan maksimal. Tentu program kerja yang bisa bermanfaat untuk semua pihak.

“Dedikasi kalian (siswa, red) untuk Madrasah Nasy’atul Muta’allimin ini tergantung sejauh mana semangat kalian dalam menjalankan program yang sudah dicanangkan, baik itu yang berupa program unggulan ataupun program pendukung lainnya,” tegasnya.

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo itu juga berpesan ada tiga hal penting yang harus dijadikan sebagai program unggulan. Yakni, penguatan Aswaja, penguatan literasi dan lingkungan sekitar.

“Tiga hal ini menjadi sangat penting untuk dituangkan dalam program kerja IPNU-IPPNU maupun OSIS. Bagaimanapun aktivitas pokok keseharian kita tidak terlepas dari hal tersebut,” imbuhnya.

Dirinya juga meminta agar menjalin sinergi antara IPNU-IPPNU dengan OSIS, baik dalam hal program kerja maupun solidaritas di internal kepengurusannya. Sebab dengan sinergi tersebut akan mampu mempertahankan keistiqamahan dalam meningkatkan kegiatan yang edukatif.

“Semisal, di periode sebelumnya telah banyak melaksanakan kegiatan edukatif yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh internal kepengurusan. Akan tetapi oleh semua kalangan, termasuk siswa,” ujarnya.

PK IPNU-IPPNU dan OSIS Madrasah Aliyah Nasy’atul Muta’allimin menurutnya telah banyak melakukan kegiatan edukatif secara berkelanjutan. Mulai dari ajian Kitab Nashaihul Ibad, Khatmil Qur’an, Penyaluran Sembako, Wakaf Mukena ke masjid, Majelis Pelajar, Makesta, Gerakan Koin, dan lain sebagainya. Ia berharap agar kegiatan semacam itu tetap dilanjutkan.

Sementara itu, hak senada juga disampaikan Lailatul Qamariyah, Ketua PK IPPNU sebelumnya untuk tetap mempertahankan kegiatan edukatif yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Seperti rutinan baca Asmaul Husna di pagi hari, ngaji Surah Yaasin, Waqi’ah dan Al-Mulk.

“Jadikan IPNU-IPPNU maupun OSIS sebagai wadah untuk mengasah kreativitas siswa serta mendukung pembelajaran di kelas dengan kegiatan ekstrakulikuler yang edukatif,” pintanya.

Sehingga muncul harapan dari Ela ini, sapaan akrabnya, untuk mempertahankan program kerja yang sudah berjalan dan bahkan jika memungkinkan tentu harus dikembangkan.

Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga