Image Slider

Ketua LTN NU Sumenep, Ajak Santri Menutupi Aib Orang Lain

Pragaan, NU Online Sumenep

Nabi Muhammad SAW bukan sekedar seorang Nabi dan Rasul, tapi juga beliau seorang pemimpin yang mampu merubah wajah dunia dengan akhlak karimahnya dan bukan dengan kekerasan.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Ustadz Firdausi dalam acara penarikan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2 Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk di auditorium Madrasah Aliyah (MA) An-Najah 1 Karduluk, Sabtu (14/11/2020).

Dosen Instika Guluk-Guluk tersebut menegaskan bahwa seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela dan melaknat. Bukan pula seorang yang berkata jorok dan kotor. “Kuntum khaira ummatin, kita adalah umat yang terbaik. Baik dalam tindakan dan ucapannya,” ajaknya saat mengisi hikmah Maulid.

Selanjutnya, jika hari ini para pelajar tidak merasa rindu pada Nabi terutama di bulan Rabi’ul Awal, maka berarti hati santri dicabut manisnya iman.

“Ingat, ciri-ciri orang mencintai Nabi adalah orang yang senang menghidupi sunah-sunah beliau dalam kehidupan sehari-hari, termasuk meneladani akhlaknya,” ungkapnya.

Ketua Lembaga Ta’lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep tersebut menyitir nadham Tarbiyatus Syibyan karangan Almaghfurlah KH Muhammad Habibullah Rais yang berbunyi Wa in aradta dhikra aibil ghairi, fafattisyan nafsaka qabla dzikri. Faqad ra al mar’ul qadha fi ghairihi, wa la yara jadh’an bi aini nafsihi.

“Kalau mau menyebut aib temanmu, ingatlah bahwa lebih besar aibmu. Kesalahan orang lain engkau lihat, kesalahan sendiri tak kau lihat,” ujarnya saat menerjemahkan nadham pengasuh Pondok Pesantren Al-Is’af Kalabaan Guluk-Guluk.

Menurut Wakil Sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan tersebut menutup aib orang lain sangat dianjurkan terutama sesama muslim. Jika demikian, maka Allah SWT akan merahasiakan aibnya baik di dunia dan akhirat.

“Saat ini lagi viral di Medsos, yaitu sesama umat Islam saling mempermalukan dan menyebar luaskan aib orang lain. Mestinya santri harus menyibukkan diri di NU agar bisa membersihkan debu yang masih melekat pada diri kita,” pintanya.

Mantan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pragaan tersebut mengajak kepada santri agar seperti bunga melati yang multiguna. Bisa dibuat pengharum kamar, kalung manten, keris, dan lainnya.

Secara filosofis, puisi tembang lagu dolanan dengan judul ‘Kembheng Malate Pote’ diqiyaskan kisah Nabi yang mampu menebar keharuman ke setiap aspek, baik di bidang agama, hukum, ekonomi, budaya, pendidikan, dan politik.

“Santri harus multifungsi seperti halnya Nabi. Semoga kita semua bisa menebar keharuman di lingkungan kita masing-masing,” tandasnya.

Kontributor: Naufil

Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga